Selasa, 21 Desember 2021

Rencana PRP Mengambil Alih Kepengurusan ULMWP


ULMWP dalam berbagai kampanyenya selalu menggembor-gemborkan diri sebagai organisasi wadah perjuangan untuk pembebasan Papua. Namun dalam perjalanannya dengan perandaian sebagai organisasi sentral dengan basis kekuatan yang besar, hal tersebut akhirnya menjatuhkan kredibilitas ULMWP. Sehingga saat ini ramai dibicarakan tentang ULMWP yang dianggap sudah tidak sejalan dengan arah perjuangan. (22/12)

Melalui Juru Bicara Petisi Rakyat Papua (PRP), para pemimpin ULMWP dianggap tidak pernah sepenuh hati mengusung perjuangan pembebasan Papua secara murni. Victor Yeimo menilai jika setiap pengambilan keputusan yang dilakukan ULMWP selalu berorientasi pada keuntungan bagi para pemimpin-pemimpinnya.

“Tidak pernah ada keputusan yang diambil dengan sudut pandang seorang rakyat, yang dilakukan ULMWP hanya untuk menguatkan kedudukannya. Mereka sangat pintar mencari keutungan. Itu yang kami sebut sekarang ini bahwa ULMWP tidak bekerja sepenuh hati,”

ULMWP bahkan dinilai hanya mau menguasai Papua, Victor Yeimo menegaskan jika aksi-aksi tersebut tidak berbeda dengan praktik kolonialisme saat ini. Justru dirinya menganggap jika kolonialisme ULMWP marak terjadi akan menimbulkan efek yang lebih parah karena pelakunya adalah orang Papua sendiri.

“Kalau dibiarkan terus menerus akan sangat berbahaya, ULMWP tidak memiliki kontrol atas aksinya, akan terjadi praktik kolonialisme yang tidak berbeda dengan hari ini, atau bahkan akan lebih parah. Itu artinya rakyat Papua sedang dibohongi, apalagi pelakunya orang Papua sendiri,”

Victor menduga jika aksi kolonialisme yang diupayakan ULMWP sudah bermula ketika organisasi yang diketuai oleh Benny Wenda tersebut dibentuk. Menurutnya ULMWP adalah organisasi yang sengaja dipaksakan dengan cara ‘mengkebiri’ organisasi lain. Bahkan saat ini ULMWP yang awalnya hanya sebagai wadah organisasi sudah berani mengklaim sebagai negara sendiri.

“Awal mulanya mengklaim diri sebagai organisasi yang membela hak orang Papua, tapi yang terjadi sekarang ini ULMWP justru bermetamorfosis dengan mengklaim sebagai negara sendiri. Desakan terhadap ULMWP harus massif dilakukan agar organisasi ini tidak semaunya sendiri,”

Victor Yeimo sebagai aktivis kawakan justru mengatakan jika ULMWP layak dibubarkan, dirinya yang mengatasnamakan PRP juga bersedia bertanggung jawab untuk mengambil alih seluruh peranan ULMWP. Victor berdalih jika PRP sebagai lembaga lebih bisa dipertanggung jawabkan atas setiap aksi dan pergerakannya. Bahkan Victor menjabarkan jika misi PRP di luar negeri tidak pernah mentah dan selalu membuahkan keberhasilan.

“Kekhawatiran saya kepada rakyat Papua mendorong pemikiran jika ULMWP lebih baik dibubarkan. Tidak perlu bingung siapa penggantinya, ada banyak organisasi yang berjuang demi rakyat. PRP juga mampu, semua tahu bahkan kami pernah catatkan aksi perjuangan sampai gemparkan PBB dan dunia,”

0 komentar:

Posting Komentar