Rabu, 29 Desember 2021

Retorika KNPB Permasalahkan Matinya 2 Aktivis


Komite Nasional Papua Barat (KNPB) merupakan salah satu organisasi pembebasan Papua yang dianggap paling inkonsisten. Pernyataan tersebut disampaikan oleh salah seorang tokoh pemuda Kabupaten Jayawijaya, Oni Kogoya.

"Saya menilai tidak ada pernyataan dari KNPB yang bisa dipertanggung jawabkan secara konsisten, satu waktu mengatakan poin A namun dalam waktu lain bisa berubah ke poin B,"

KNPB juga dianggap sebagai organisasi kriminal yang biadab, fakta penyerangan dan pembunuhan terhadap warga sipil yang terjadi di Kabupaten Maybrat bahkan dilakukan oleh ketuanya sendiri, Adam Sorry yang sempat dituntut 11 tahun penjara akibat perbuatannya.

Sepak terjang KNPB yang selalu membuat kekacauan di Papua tersebut yang dinilai oleh Oni Kogoya bahwa KNPB tidak akan relevan jika berbicara tentang hukum kemanusiaan. Sebab sejarah kelam selalu tercatat lewat aksi brutal yang dilakukan KNPB, termasuk kasus kerusuhan di Kota Wamena yang menewaskan puluhan warga.

"Kasus Maybrat ataupun Wamena hanya satu contoh kecil, itu juga terjadi dalam waktu yang belum lama. Sehingga saya tidak pernah mau percaya dengan KNPB, jangan sekali-sekali bicara tentang kemanusiaan, aksi kalian itu lebih kejam,"

Terkait kasus kematian Senat Soll ataupun Temianus Magayang dianggap Oni juga merupakan bagian dari resiko perjuangan. Menurutnya dalah kehidupan Senat Soll atau Temianus, secara sadar keduanya telah memahami jika aksi yang digencarkannya sewaktu-waktu dapat menemui petaka bahkan kematian.

"Kasus dua orang yang mati tidak bisa diperdebatkan. Secara sadar dua orang itu pasti sudah memikirkan resiko terbesar dari aksi-aksi perjuangan yang sudah dilakukan ataupun yang baru direncanakan,"

Dalam keterangannya Oni mengatakan jika dirinya tidak suka debat berkepanjangan dengan pihak-pihak yang punya kepentingan lain. Sebab menurut Oni, klaim KNPB terkait kematian Senat Soll dan Temianus bersifat subjektif.

"Pernyataan KNPB tentu ada unsur kepentingan, dan saya tidak suka dengan hal itu. Berdebat dengan pihak yang punya kepentingan tidak ada hasilnya, sebenarnya mereka salah tapi pasti tetap bersikukuh untuk mengaku paling benar,"

Oni Kogoya kemudian menegaskan jika KNPB sebagai kelompok penentang kebijakan pemerintah Indonesia di Papua untuk tidak banyak berdiskusi dan bernegosiasi, kecuali memang KNPB sudah merasa tidak mampu dan hanya bisa beretorika.

"Kalau memang KNPB itu organisasi perjuangan yang selalu menentang RI coba lakukan, lawan saja sampai seberapa kuatnya mereka, jangan banyak diskusi. Kecuali kalau KNPB memang sudah tidak mampu,"

0 komentar:

Posting Komentar