Jumat, 31 Desember 2021

Tahun Baru, Aksi Provokasi Kelompok Separatis Disorot


Bergantinya tahun menjadi sebuah harapan tersendiri bagi Papua. Salah seorang Tokoh Agama Pdt. Pilemon Gobay mengharapkan bahwa di tahun yang baru saat ini, Papua akan mencatatkan kisah-kisah yang baik dengan kesejukan dalam damai.

Terkait angan-angannya tersebut, Pdt Pilemon menyatakan jika berkah dalam kebaikan ataupun musibah dalam keburukan adalah jawabab atas setiap perlakuan seseorang terhadap orang lain, ataupun juga terhadap alam semesta.

“Saya percaya setiap kebaikan akan dibalas dengan kebaikan, begitu juga sebaliknya. Bukan hanya kepada orang lain tetapi juga kepada semesta alam. Semua akan terbalaskan sesuai dengan cara kita memperlakukan,”

Harapan baik bagi Papua tersebut diingatkan oleh Pdt Pilemon bahwa pada tahun 2022 ini jangan ada lagi aksi-aksi yang mengundang keributan dan perpecahan. Dirinya menolak dengan tegas upaya propaganda yang kerap dilakukan oleh kelompok separatis di Papua.

“Tahun baru artinya adalah semangat dan harapan baru, setiap dari kita pasti menginginkan adanya perubahan yang baik dari waktu ke waktu. Maka dari itu mulai sekarang kita pikirkan hal-hal yang baik, jangan lagi melakukan propaganda dengan kebohongan-kebohongan hanya untuk meloloskan kepentingan,”

Sebab Pdt Pilemon mengatakan bahwa harapan dan doa tentang kebaikan di tahun yang baru, hanya akan mentah dan percuma jika masih berperilaku buruk dan merugikan orang lain, dirinya mengatakan jika hal tersebut adalah satu bentuk kesia-siaan.

“Akan menjadi percuma doa-doa baik yang kita minta kalau perilaku kita tidak bisa mencerminkan diri sebagai orang yang baik. Kebaikan akan didapat oleh mereka yang berhati suci, dan keburukan akan didapat oleh mereka yang kotor,”

Pdt Pilemon menegaskan bahwa sebaikan seluruh elemen dapat duduk bersama untuk membahas kemajuan dan harapan baru bagi Papua tanpa harus menyinggung aksi konflik ataupun cerita kelam yang pernah terjadi di Bumi Cenderawasih.

“Masa lalu agaknya bisa dijadikan sebagai pelajaran agar kita tidak mengulanginya lagi dimasa yang akan datang. Sudah waktunya duduk bersama untuk membahas agar Papua dapat menjadi wilayah yang lebih baik lagi. Kemajuan adalah hal yang paling realistis dan diinginkan setiap orang,”

0 komentar:

Posting Komentar