Sabtu, 04 Desember 2021

Tokoh Agama Singgung Konflik Papua di Bulan Desember


Perkembangan situasi di wilayah Papua terkait dengan konflik separatisme dianggap mulai meningkat, hal tersebut tidak terlepas dari insiden dalam perayaan 1 Desember dan juga aksi brutal yang dilakukan oleh kelompok separatis.

Salah seorang Tokoh Agama Pegunungan Tengah Papua, Pdt Yohanes Wakerkwa dalam sebuah keterangannya diketahui telah menyayangkan situasi yang terjadi. Dirinya mengaku cukup khawatir padahal mayoritas penduduk di Papua sedang bersiap untuk merayakan hari Natal.

“Saya sangat menyayangkan situasi yang terjadi di Papua akhir-akhir ini, padahal kita semua tahu kalau Papua sedang menyambut hari Natal karena mayoritas penduduk di Papua adalah Nasrani,”

Pdt Yohanes juga mengutarakan pendapatnya agar seluruh pihak yang sedang bersitegang untuk sama-sama bisa menahan diri agar konflik yang terjadi tidak berkepanjangan. Dirinya mendesak kepada kelompok separatis untuk tidak mencari gara-gara, sebab menurut Pdt Yohanes setiap konflik yang bersumber dari kelompok separatis sudah pasti akan mendatangkan upaya penindakan dari aparat keamanan.

“Maka sama-sama kita bisa sepakati kalau jangan lagi diperkeruh suasana sekarang ini. Salah satu pihak harus bisa menahan diri sehingga pihak yang lain tidak harus melakukan upaya keras, konflik itu harus bisa diselesaikan dan jangan dibawa-bawa, nanti tidak akan selesai,”

“kalau ada yang tidak beres sudah pasti aparat keamanan akan mengambil tindakan, jadi saya lebih menekankan agar kelompok separatis bisa menahan diri. Saya juga tidak keberatan mengungkapkan kalau bisa dikatakan kelompok sparatis memang sumber konflik,”

Melihat dinamika yang terjadi dikarenakan aksi ancaman yang terus dilakukan kelompok separatis, Pdt Yohanes kembali meminta kepada seluruh masyarakat di Papua untuk tidak mudah terpengaruh oleh aksi-aksi yang dilakukan kelompok separatis. Dirinya menegaskan jika kehadiran bulan Desember sebagai waktu yang penuh kasih dan harus dihormati.

“Setidaknya kita tidak perlu lagi terpengaruh, biarkan saja kelompok-kelompok separatis itu yang sibuk. Sebagai manusia biasa kita sedang diberkati hadirnya bulan Desember sebagai momen yang damai, mari sama-sama kita hormati dan rayakan dengan penuh suka cita,”

0 komentar:

Posting Komentar