Kamis, 23 Desember 2021

Topik Pengungsian Jelang Natal sebagai Propaganda Rutin Kelompok Separatis


Jelang penutupan tahun 2021 Tokoh Masyarakat Adat Wilayah La Pago meminta agar permasalahan mendasar di Papua dapat segera diselesaikan. Yulius Yikwa dalam sebuah keterangannya menilai jika permasalahan tersebut adalah carut-marut yang menyangkut aksi separatisme. (24/12)

“Permasalahan paling mendasar adalah separatisme, kelompok tersebut selalu berseberangan dengan pemerintah. Sehingga yang terjadi sampai saat ini adalah Papua ini seakan tidak pernah damai,”

Yulius menambahkan bahwa permasalahan terkait aksi separatisme sudah semakin menyematkan stigma bahwa Papua adalah wilayah rawan konflik. Menurutnya Papua seolah-olah hanya diperjual belikan dengan memanfaatkan sorotan negatif.

“Hanya karena sudut pandang tentang Papua itu besar dilihat karena ada kelompok separatis, anggapan itu muncul. Saya menduga kalau Papua ini sedang dijual-belikan untuk kepentingan-kepentingan,”

Yulius juga mengatakan jika kabar terkait pengungsian selalu menjadi perhatian jelang perayaan natal di Papua. Dirinya menegaskan jika aksi tersebut hanya merupakan propaganda yang gencar dilakukan kelompok separatis, bahkan Yulius menelaah jika aksi tersebut terjadi dan lebih disebabkan karena eksistensi kelompok separatis.

“Setiap akhir tahun dan natal itu pasti ada saja berita tentang pengungsian, tapi yang perlu kita semua sadari bahwa mengapa pengungsian itu bisa terjadi? jawabannya adalah karena ada pengaruh kelompok separatis disana,”

Yulius sebagai Tokoh Adat La Pago juga menegaskan kepada kelompok separatis bahwa jangan seolah-olah menjadi korban dari sebuah peristiwa, padahal kelompok tersebut adalah pelaku utama yang menyesatkan. Dirinya mengatakan bahwa sudah banyak dampak buruk yang terjadi hanya dikarenakan aksi buruk dari kelompok separatis.

“Jangan berpura-pura menjadi korban, mereka (kelompok separatis) itu justru pelakunya. Jangan mengorbankan orang Papua, sampai sekarang ini sudah banyak orang yang menderita hanya untuk menuruti kemauan kelompok separatis,”

0 komentar:

Posting Komentar