Jumat, 10 Desember 2021

Warga Mengaku Diintimidasi Agus Kossay Agar Mengungsi


Cnmindonesia.papua
11/12/21 10:30

Belum selesai persoalan penanganan pembunuhan terhadap Nakes yang dilakukan oleh kelompok Lamek Taplo di Kiwirok, kemaren muncul isu akan ada gelombang pengungsian di Oksibil Kabupaten Pegunungan Bintang.

Kabar yang tersebar melalui percakapan group WhatsApp yang dikelola oleh KNPB menyebutkan dalam beberapa waktu dekat akan ada pengungsian besar-besaran dari beberapa distrik yang berdekatan dengan perbatasan PNG dan RI.

Awak media mencoba mencari kepastian informasi tersebut dari warga yang berada di Tumorbil, sebut saja Uopmabin karena dirinya tidak mau diketahui publik terkait informasi pengungsian di Tumorbil.

Melalui telepon seluler, Uopmabin menceritakan kalau warga yang ada di Tumorbil sebenarnya bukanlah pengungsi sebenarnya, mereka merupakan warga yang sudah lama tinggal di Tumorbil.

Terkait isu pengungsian itu tidak benar, waktu itu kami mendapatkan informasi adanya tenaga kesehatan yang bertugas di Kiwirok ditembak dan dibunuh oleh TPNPB, dengan adanya peristiwa tersebut kami dihubungi oleh salah seorang yang mengaku ketua KNPB pusat di Jayapura. Kami diminta untuk menerima para pengungsi dengan alasan adanya penyerangan yang dilakukan oleh aparat keamanan.

Warga yang disebut pengungsi oleh orang KNPB itu sebenarnya warga yang tidak berdampak setelah adanya pembunuhan terhadap Nakes di kiwirok, mereka dipaksa ke Tumorbil karena disampaikan untuk menghindari aparat keamanan.

"Sebenarnya mereka warga yang tidak terkena dampak dari penyerangan terhadap Nakes, karena dipaksa dan diintimidasi oleh kelompok KNPB mereka terancam dan ketakutan sehingga mereka berada bersama kami di sini untuk beberapa waktu," ungkapnya.

Selama di Tumorbil warga tersebut dipaksa oleh beberapa orang untuk berfoto dalam kondisi yang dibuat seperti mereka dalam kondisi mengungsi, kemudian mereka disuruh bicara yang keras bersama-sama dengan mengatakan "Kami pengungsi dari Kiwirok dan beberapa distrik sekitar mohon bantuan PBB untuk melihat situasi di Papua, didepannya ada yang merekam pakai HP," terangnya dengan nada sedih.

Informasinya juga beberapa waktu kedepan ini, mereka akan foto bersama dengan Lamek Taplo atau Panglima TPNPB untuk meyakinkan PBB kalau pengungsian itu benar-benar ada, pungkasnya.

Dari hasil percakapan kami dengan Uopmabin, kami menyimpulkan kalau pengungsian selama ini yang diiusukan berada di Tumorbil ternyata hanyalah rekayasa dari kelompok KNPB, isu bohong ini maka telah terjadi pembohongan publik yang dilakukan KNPB, sehingga dalam kasus ini maka Agus Kossay selaku ketua KNPB pusat yang juga melakukan intimidasi dan pengancaman terhadap warga di pegunungan bintang harus bertanggung jawab.

Agus tidak tau kalau banyak warga yang bisa berkomunikasi dengan keluarganya baik di PNG maupun di Papua sendiri untuk melaporkan rekayasa-rekayasa yang dibuatnya.

Awak media mencoba menghubungi Agus Kossay untuk mengkonfirmasi kasus pengungsian di Tumorbil, namun belum mendapatkan respon.

0 komentar:

Posting Komentar