Selasa, 04 Januari 2022

Aksi Penolakan Otsus Menghambat Kesejahteraan OAP


Tidak bisa dipungkiri Papua dan Papua Barat menjadi salah satu dari puluhan daerah tertinggal yang ada di Indonesia. Sadar akan hal itu komitmen pemerintah pusat untuk menuntaskan perkara pun mendapat perhatian langsung oleh Presiden Joko Widodo.

Aksi pemerintah untuk menunjang kesejahteraan serta meminimalisir kesenjangan Papua terhadap wilayah lain di Indonesia lantas dikaitkan dengan program otonomi khusus (otsus). Program tersebut disinyalir menjadi jalan keluar mengingat dilakukan dengan berbagai dasar dan metode kearifan budaya lokal.

Ali Albert Kabiay seorang tokoh pemuda Papua dan Ketua DPD Pemuda Mandala Trikora menilai kebijakan otsus adalah solusi yang telah ditawarkan oleh pemerintah untuk mendorong kesejahteraan rakyat di Papua. Menurutnya perjalanan otsus secara nyata telah dapat membawa perubahan yang baik bagi Papua.

"Otsus adalah tawaran pemerintah yang disambut baik oleh orang Papua, ini semua terjadi karena orang Papua juga sadar dan menginginkan kesejahteraan itu ada. Secara nyata juga Sudah terlihat bagaimana kemajuan Papua sejak otsus diberlakukan,"

Ali Kabiay yang menilai otsus lewat sudut pandang positif juga mengutarakan pendapatnya terhadap sekelompok orang yang mengaku menolak program pro rakyat tersebut. Dirinya mengatakan jika kelompok tersebut hanyalah pihak-pihak yang terkait dengan gerakan separatisme di Papua.

"Kebijakan yang tertuang dalam otsus itu seratus persen mendukung kemajuan bagi Papua. Sehingga orang-orang yang menolak otsus sangat mudah ditebak darimana asalnya, pasti mereka hanya kelompok-kelompok yang pro terhadap separatisme,"

Penolakan terhadap otsus juga dianggap Ali Kabiay sebagai solusi semu dan hanya akan mengundang celaka. Sebab menurutnya tidak ada hal yang bersifat lebih urgensi ketimbang untuk kesejahteraan rakyat Papua.

"Kalau ditolak lalu apa solusinya? Mereka bersuara tapi tidak pernah punya pembanding yang tepat. Setiap penolakan yang dilakukan itu selalu saja alasannya tidak masuk akal. Jangan habiskan waktu hanya untuk aksi-aksi yang percuma, semakin lama diselesaikan hanya akan mengundang celaka,"

0 komentar:

Posting Komentar