Kamis, 27 Januari 2022

Buchtar Tabuni Diminta Tangani Proses Hukum 8 Pengibar Bintang Kejora


Hampir dua bulan berselang pasca penangkapan delapan orang mahasiswa dalam aksi pengibaran atribut bintang kejora di Gedung Olahraga (GOR) Cenderawasih pada 1 Desember 2021, diketahui sampai saat ini 8 mahasiswa yang berstatus tersangka tidak mendapat dukungan serta minimnya advokasi. (28/1)

Pernyataan tersebut disampaikan Ketua KNPB Pusat Agus Kossay yang mengaku marah melihat delapan mahasiswa seakan dibiarkan untuk menghadapi proses hukum tanpa pendampingan. Padahal menurutnya aksi yang dilakukan adalah bagian dari menyuarakan perjuangan.

“Sudah berapa lama mahasiswa dibiarkan begitu saja dalam penjara Polda Papua tanpa perhatian dan upaya lain untuk pembelaan. Kalau sejak awal mahasiswa itu tahu jika mereka tidak akan mendapat pendampingan, pasti mereka juga tidak mau melakukan aksi itu,” ujar Agus Kossay.

Agus Kossay juga menjelaskan bahwa delapan orang mahasiswa yang ditangkap aparat kepolisian tersebut adalah simpatisan ULMWP. Namun Agus menilai jika dirinya tidak melihat ada upaya serius yang sedang dilakukan ULMWP untuk membela anggotanya.

“Bagaimana mungkin aksi yang dicetuskan oleh ULMWP pada akhirnya tidak mendapat dukungan dari ULMWP itu sendiri, mahasiswa yang ditangkap kemarin adalah anggota ULMWP, tapi sampai sekarang tidak ada upaya serius yang dilakukan untuk membela anggotanya,”

Agus Kossay bahkan menuduh jika Buchtar Tabuni sebagai Wakil Ketua ULMWP juga turut terlibat secara langsung atas aksi pengibaran bintang kejora di GOR Cebderawasih. Oleh sebab itu Agus meminta kepada Buchtar untuk dapat merespon permasalahan hukum yang sedang dialami anggotanya sendiri.

“Saya minta Buchtar untuk ikut selesaikan kasus ini karena dia juga terlibat secara langsung, jangan mencari enaknya saja, padahal anggotanya sendiri sedang kesusahan. Buchtar harus merespon kasus ini dengan cepat,”

Kasus pembiaran delapan tersangka pengibar bintang kejora dianggap Agus Kossay sebagai kegagalan ULMWP menjalankan aksi perjuangannya. Menurutnya perlu banyak dilakukan evaluasi menyeluruh dalam tubuh ULMWP. Agus bahka mengatakan jika aksi ULMWP banyak yang menguap tanpa bekas dan hanya menyisakan angan serta kebohongan.

“Memang kalau soal keinginan itu ULMWP punya cita-cita yang besar, tapi faktanya sejauh ini banyak agenda yang gagal terjadi. Harus ada yang dievaluasi secara menyeluruh, kalau tidak kebohongan demi kebohongan akan terus terjadi,”

0 komentar:

Posting Komentar