Senin, 31 Januari 2022

Diplomat Papua: Sebelum Hancur, Harus Ada yang Berani Hentikan ULMWP


Perjuangan ULMWP dengan aksi-aksi terobosan justru dianggap sebagai upaya manipulatif. Menurut salah seorang diplomat asal Papua, ULMWP bukanlah satu-satunya organisasi perjuangan yang harus diikuti untuk diberi kepercayaan membela hak rakyat Papua.

“Zaman sudah berubah dan semakin modern. Kita mudah menilai siapa yang benar-benar berjuang, dan siapa yang hanya ingin membesarkan nama lewat panggung-panggung sementara. ULMWP bukan satu-satunya organisasi yang memperjuangkan hak orang Papua,” ujar Lewis Prai Wellip. (31/1)

ULMWP dianggap oleh Lewis telah banyak mengambil keputusan kontroversi yang didasari pada kepentingan pribadi. Menurutnya aksi tersebut jauh dari cita-cita membebaskan orang Papua dari ketertindasan.

”Kami melihat kalau ULMWP terlalu ofensif untuk mencetuskan aksi, sepertinya mereka sangat berambisi untuk tujuan yang singkat. Artinya ULMWP punya kepentingan lain,” ujarnya.

Lewis menambahkan jika aksi sepihak yang dilakukan ULMWP atas dasar kepentingan pribadi akan merusak kehidupan Bangsa Papua di masa yang akan datang. Bahkan Lewis mengatakan kehidupan generasi penerus sudah lebih dahulu dihantui kesengsaraan.

”Justru kalau hal seperti ini dibiarkan begitu saja, ancaman terbesar bagi orang Papua adalah ULMWP. Masa depan Papua akan dihancurkan sendiri oleh mereka yang memposisikan kepentingan pribadi di atas penderitaan orang Papua,”

Lewis P. Wellip, sebagai anak seorang tokoh pejuang pembebasan dalam pemikirannya mengatakan jika ancaman ketertindasan orang Papua akan berlanjut jika ULMWP masih diberi ruang, dan dibiarkan melakukan aksi perjuangan secara sembarangan.

”ULMWP sudah jauh berbelok arah, aksi yang saat ini dilakukan sudah tidak lagi sejalan dengan tujuan awal dibentuknya organisasi itu. Saya berharap ada pihak-pihak lain yang bisa membatasi ruang ULMWP,” tutup Lewis dalam keterangannya.

0 komentar:

Posting Komentar