Kamis, 27 Januari 2022

Hilangnya Pdt Elias Kalakmabin Terkait Kepemilikan Peluru Senjata


Kabar hilangnya keberadaan seorang pendeta di Distrik Serambakon, Kabupaten Pegunungan Bintang, sejak 12 Januari 2022 mulai dikaitkan dengan keterlibatannya atas rangkaian aksi separatisme dan kepemilikan barang ilegal.

Menurut Aptimus Kalakmabin sebagai warga Distrik Serambakon bahwa kasus hilang keberadaannya Pdt Elias Kalakmabin disebabkan karena pendeta GIDI tersebut ketahuan memiliki sejumlah peluru.

“Benar, pendeta kemarin sempat ditangkap dan dibawa ke pos Brimob (Serambakon). Kasusnya karena pendeta menyimpan peluru,” ujar Aptimus kepada redaksi melalui sambungan telepon. (28/1)

Aptimus kembali menjelaskan bahwa dalam kurun waktu beberapa bulan terakhir, keseharian Pdt Elias dianggapnya cukup tertutup dan berbeda dengan sejumlah tokoh agama lain di wilayahnya. Aptimus menambahkan bahwa sesekali pendeta menerima kunjungan dari orang lain yang tidak dikenalnya.

“Pendeta juga beberapa kali bertemu dengan orang lain yang tidak berasal dari Serambakon, saya tidak mengenal orang itu. Hanya saja memang perilaku pendeta agak berubah dan tidak seperti biasanya,”

Terkait kabar tersebut Aptimus menduga bahwa pdt Elias turut terlibat dalam aksi separatisme di Kabupaten Pegunungan Bintang.

“Bisa jadi seperti itu, karena memang ada kabar kalau pendeta menyimpan peluru-peluru,”

Aksi separatisme yang terjadi di Papua dianggap telah melibatkan banyak elemen dalam masyarakat, tidak hanya oleh seorang tokoh masyarakat termasuk pendeta, bahkan dalam catatan lainnya gerakan separatisme berulang kali melibatkan anak usia dini. Dalam kasus tersebut elemen sipil yang terlibat dianggap melakukan aksi-aksinya dengan terpaksa lantaran adanya unsur intimidasi kekerasan.

0 komentar:

Posting Komentar