Minggu, 30 Januari 2022

Ketua OPM Sebut ULMWP Sebagai Terget dan Lawan


Klaim kedatangan Dewan HAM PBB ke Papua dibantah dengan tegas oleh Ketua Organisasi Papua Merdeka (OPM) Jeffrey Bomanak. Dalam sebuah keterangannya Jeffrey menuturkan jika kabar tersebut tidak bisa dibenarkan dan hanya sebagai provokasi ULMWP untuk mengangkat eksistensinya.

“Tidak pernah ada kabar seperti itu, bahkan kami semua dalam barisan pembebasan Papua tidak pernah mendapatkan kabar itu secara pasti. ULMWP hanya bisa membuat kekacauan, merusak setiap bentuk perjuangan hanya demi eksistensinya sendiri,” ujar Jeffrey.

Menurut Jeffrey, PBB adalah lembaga independen yang netral, sehingga bukan menjadi satu-satunya kunci untuk meraih kemerdekaan bagi Papua. PBB juga memiliki mekanisme yang panjang dan kompleks untuk memberikan advokasi terhadap kelompok tertentu.

“Mereka itu independen, tidak bisa membela satu pihak. Bisa saja kita di Papua mendapat dukungan, tapi bisa juga kita akan semakin dianggap sebagai kelompok separatis. ULMWP tidak bisa main-main dengan perkara seperti ini, PBB punya mekanisme yang tidak mudah,” tambahnya.

Ketua OPM-TPNPB tersebut menambahkan jika ULMWP sedang memanipulasi informasi untuk kepentingan pribadi. Dirinya juga menyesalkan aksi tersebut sebab orang Papua seakan-akan sedang dibodohi dan dimanfaatkan untuk tujuan yang tidak tepat.

“Sudah menjadi kebiasaan ULMWP, mereka selalu membuat hal seperti ini untuk mendapatkan tujuan lain. Sayangnya rakyat Papua hanya dimanfaatkan, ULMWP sedang membodohi kita semua,”

Jeffrey mengaku khawatir atas kondisi dan cara-cara busuk yang kerap dilakukan ULMWP untuk mendapatkan keuntungan. Menurutnya praktik yang dijalankan ULMWP akan membawa pengaruh buruk karena mencerminkan kolonialisme.

“ULMWP akan membawa pengaruh lain, cara yang digunakan sekarang mirip kolonialisme. Artinya jika Papua lepas dari Indonesia, maka Papua akan tetap dijajah oleh orang Papua itu sendiri,”

Sebagai seorang Ketua OPM, Jeffrey menegaskan bahwa ULMWP turut menjadi salah satu target dalam upaya perjuangan pembebasan.

“Tugas dari tentara pembebasan itu untuk melawan setiap aksi kolonialisme di Papua, kalau ULMWP tidak mau berubah dan terus melakukan aksi secara sepihak, kami akan memburu mereka. Demi roh moyang bangsa Papua dan demi kebebasan rakyat Papua di masa sekarang atau yang akan datang,” tutup Jeffrey.

0 komentar:

Posting Komentar