Jumat, 21 Januari 2022

KNPB Menolak Simbol Kekerasan dalam Aksi Perjuangan


Menurut Juru Bicara Ones Suhuniap, KNPB menegaskan bahwa perjuangan untuk mencapai tujuan utama kemerdekaan Papua tidak boleh dilakukan dengan cara kekerasan.

"Tidak boleh ada kekerasa di atas tanah ini, kalau TPNPB masih keras kepala berjuangan dengan kekerasan, maka apa bedanya dengan yang terjadi sekarang ini? Bukan tidak mungkin masa depan negara ini akan hancur meski dikuasai oleh orang Papua sendiri,"

Suhuniap menambahkan bahwa penggunaan senjata bukan solusi tuntas untuk mengakhiri konflik di Papua. Menurutnya konflik masih akan terus berlanjut jika korban masih terus berjatuhan karena terkena peluru dari moncong-moncong senjata.

"Jangan pernah berpikir kalau semua masalah ini selesai sampai tidak ada lagi orang yang bisa membalas serangan senjata, itu tidak mungkin terjadi. Penyelesaian konflik di Papua tidak akan pernah selesai kalau masih ada korban jatuh karena senjata,"

Ones juga mengatakan jika konflik bersenjata masih diwajarkan terjadi, maka masyarakat sipil akan menerima dampak terbesarnya. Dirinya lebih menyarankan jika TPNPB bisa membuka diri dan mengedepankan dialog kepada pemerintah.

"Hentikan perang, stop mengorbankan warga sipil. Jangan pernah mewajarkan penyelesaian konflik dengan menggunakan senjata. Secara tegas KNPB memintankepada TPNPB dan pihak pemerintah untuk menempuh jalur damai,"

Pernyataan Suhuniap diketahui sebagai perwujudan agenda dan aksi perjuangan yang dipegang teguh oleh KNPB. Diketahui bahwa KNPB kerap mengkampanyekan aksi perjuangan dengan menjunjung tinggi hak antar manusia secara utuh.

0 komentar:

Posting Komentar