Kamis, 06 Januari 2022

KNPB Retak! Sosok Victor Yeimo Dilupakan


Serogo Walela, Ketua Komite Aksi ULMWP Wilayah Lapago menilai upaya perjuangan pembebasan Papua tidak bisa dilakukan hanya bertumpu pada peranan sentral seorang aktivis. Menurutnya dalam melakukan aksi untuk melancarkan agenda utama tersebut harus dibarengi kekuatan yang dibangun bersama-sama.

“Cita-cita ini milik orang Papua secara menyeluruh, bukan hanya untuk seseorang ataupun satu kelompok saja. Sehingga tidak bisa kita berjuang sendiri-sendiri,”

Walela mengungkapkan bahwa upaya tersebut sampai saat ini masih menjadi hambatan pokok yang nyata terjadi, dirinya menjelaskan bahwa ada faktor ego sentris yang sengaja dibangun oleh KNPB sebagai sayap organisasi perjuangan politik.

“Rasa egois itu dimunculkan oleh sejumlah organisasi yang merasa paling benar sendiri (KNPB), bahkan hal-hal semacam itu sengaja ditularkan kepada anggota-anggota yang baru bergabung. Makanya sampai sekarang ini aksi yang dilakukan selalu gagal karena kit aini tidak pernah kompak,”

Terkait pernyataannya, Walela juga mengkritik model aksi yang dilakukan KNPB dibawah kepemimpinan Agus Kossay. Menurutnya KNPB tidak pernah mentorehkan keberhasilan terlebih ketika Victor Yeimo harus mendekam dalam sel tahanan.

“Tidak bisa disembunyikan peran seorang Victor Yeimo, meski hanya sebagai juru bicara tapi dia punya misi yang jelas. Bahkan selevel ketuanya saja tidak mampu membawa organisasi itu menjadi lebih baik, dalam beberapa waktu terakhir saya yakin kalau KNPB mengalami kemunduran,”

Terhambatnya proses perjuangan yang dikomandoi oleh Agus Kossay menjadi rumit ketika Victor Yeimo belum menemui titik terang terkait pembebasannya. Meski beberapa pihak mendesak aparat penegak hukum untuk membebaskan Victor, menurut salah seorang tokoh Papua, hal tersebut sukar terjadi.

“Tidak bisa dibebaskan begitu saja, tentu desakan itu punya potensi melanggar ketentuan hukum. Victor adalah pelaku dan otak kerusuhan, dia harus bisa mempertanggung jawabkan perbuatannya,” ujar Franz Korwa dalam kutipannya.

Namun Korwa justru menduga aksi desakan untuk membebaskan Victor Yeimo hanya bersifat spontan, lebih lanjut, Korwa menegaskan jika aksi tersebut hanya sebatas kemauan yang tidak kuat.

“Sebenarnya orang-orang di KNPB juga sudah lupa dengan Victor Yeimo, ingat dia itu ditangkap sudah dari bulan Mei tahun lalu. Kenapa seolah-olah baru sekarang ada aksi-aksi seperti itu? Menurut saya memang KNPB itu sudah tidak solid lagi,”

0 komentar:

Posting Komentar