Selasa, 11 Januari 2022

Octo Mote Luruskan Soal ULMWP dan Pemerintahan Sementara


Octovianus Mote sebagai tokoh senior pergerakan pembebasan Papua mengingatkan kepada Benny Wenda untuk lebih memahami hakikat perjuangan. Octo menyabutkan bahwa perjuangan dalam pembebasan Papua tidak boleh dilakukan dengan ceroboh.

“Ada ratusan ribu hak yang diemban organisasi-organisasi perjuangan, jangan pernah ceroboh. Saya mengkritik arah perjuangan yang dilakukan Benny, jangan pernah berjuang dengan cara menjual Papua,”

Octo menambahkan bahwa aksi Benny Wenda dalam mengambil keputusan sering didasari oleh keinginan yang bersifat pribadi. Benny Wenda disebut minim mendengar masukan WPNCL, NRFPB, ataupun PNPB, padahal ketiga organisasi tersebut adalah organisasi induk yang melahirkan ULMWP.

“Tidak pernah ada rapat pertemuan, tidak pernah ada kabar terkait rencana-renaca, tiba-tiba kita semua dikagetkan dengan aksi ataupun program baru. Benny Wenda harus paham porsi, tidak boleh semaunya sendiri mengambil keputusan. ULMWP itu dibentuk oleh tiga organisasi,”

Octo yang pernah mencatatkan Namanya sebagai Wakil Ketua ULMWP menjelaskan bahwa dirinya bukanlah pihak yang kontra dengan Benny Wenda. Dirinya mengaku hanya menolak setiap aksi diktator yang kerap dilakukan Benny Wenda.

“Yang saya tolak adalah sikapnya sebagai diktator, dia selalu ingin memaksakan kehendaknya, memaksakan keinginan pribadinya dalam sebuah perjuangan kemerdekaan,”

Dalam akhir kesempatannya Octo kembali mengingatkan kepada Benny Wenda bahwa status ULMWP saat ini dan Pemerintahan Sementara belum sepenuhnya bisa diterima sebagai aksi perjuangan. Hal tersebut dikatakannya bahwa masa ULMWP sudah pernah dikatakan selesai terhitung sejak akhir tahun 2020 lalu.

“Saya malu mendengar pernyataan tentang status ilegal yang dituduhkan oleh Benny Wenda kepada Indonesia, faktanya ULMWP adalah organisasi ilegal sampai sekarang karena sudah selesai tahun 2020. Apalagi pembentukan Pemerintahan Sementara, tentu itu tidak memiliki dasar yang jelas,”

0 komentar:

Posting Komentar