Senin, 28 Februari 2022

Aksi Separatisme Ancam Keberlangsungan Masyarakat di Kabupaten Puncak


Konflik bersenjata di Kabupaten Puncak, Papua, akibat maraknya eksistensi kelompok separatis telah mengganggu situasi keamanan dan menimbulkan berbagai macam problematika.

"Setiap kali kelompok separatis bergerak, selalu saja ada dampak buruk yang terjadi. Tingkat keamanan dan kerawanan di Puncak memang menjadi sorotan akhir-akhir ini," ungkap Bupati Puncak, Willem Wandik. (1/3)

Terkait aksi separatis di wilayahnya, Bupati mengaku tengah berusaha melakukan konsolidasi dan berbagai upaya persuasif. Namun dirinya menyadari bahwa upayanya tersebut turut terkendala pengaruh separatis yang terlanjur menyasar kelompok anak usia dini.

"Kami bukan lepas tangan begitu saja, hanya memang kelompok separatis sudah terlanjur menjejali anak-anak di Puncak dengan muatan lain. Ditambah kelompok anak usia SD dan SMP tersebut sedang gencar mencari jati diri," tambahnya.

Meski demikian Willem Wandik menegaskan bahwa keterlibatan dalam aksi separatisme tidak akan memberi kemanfaatan bagi tumbuh-kembang generasi penerus di Kabupaten Puncak.

"Kita semua pernah berproses, dan memang ada ketidak sepakatan dari pandangan saya tentang aksi separatisme," ujarnya.

Sebagai seorang pemimpin wilayah, Willem Wandik mengatakan jika upaya yang dilakukannya semata-mata demi kelancaran pembangunan. Sebab menurutnya kemudahan dan fasilitas bagi masyarakat di Kabupaten Puncak masih harus ditingkatkan. 

"Ajakan saya kepada masyarakat untuk sama-sama menjaga keamanan hanya demi pembangunan dapat berjalan dengan lancar. Sebab semua ini juga demi kemudahan masyarakat, kita sendiri yang akan merasakan," ungkapnya.

Bupati juga mengatakan jika penanganan konflik di Papua tidak harus dilakukan dengan cara pengerahan aparat keamanan. Namun dirinya mengakui upaya tersebut tidak bisa dihindarkan mengingat ancaman kelompok separatis selalu menggunakan senjata api.

"Pengarahan pasukan di Papua tentunya tidak bisa dihindarkan, karena ancamannya adalah separatisme. Kelompok ini tidak ragu menggunakan senjata untuk melukai bahkan membunuh," pungkasnya.

0 komentar:

Posting Komentar