Rabu, 02 Februari 2022

Galang Aksi Turun Jalan, Republik Melanesia Barat Dicecar Tokoh Papua


Salah satu kelompok yang mengklaim dirinya sebagai negara, Republik Melanesia Barat melalui pemimpinnya Drs. S.M.Paiki diketahui tengah mengajak elemen rakyat Papua untuk melakukan aksi unjuk rasa dengan turun ke jalanan Kota Jayapura.

Tak perkenan dengan seruan yang disampaikan Paiki, Franz Korwa sebagai tokoh senior Papua mengatakan bahwa aksi yang dimotori oleh Republik Melanesia Barat tersebut tidak akan mendapat simpati dari orang Papua, menurutnya aksi turun jalan sudah dinilai hanya akan menghabiskan waktu dan tenaga. (3/2)

”Memangnya orang Papua mana yang akan peduli dengan seruan seperti itu. Saat ini kami orang Papua lebih memilih sibuk dengan kerjaan demi penghidupan keluarga,” ungkap Korwa dalam keterangannya.

Korwa beranggapan jika aksi yang direncanakan SM Paiki tersebut hanya sebatas memorabilia, Paiki dianggap sedang bermimpi. Korwa menegaskan jika aksi yang didasari atas gerakan separatisme hanya akan menghambat proses kemajuan Papua.

“Boleh saja bermimpi, karena memang mudah untuk bermimpi. Hanya saja apa yang akan dia perbuat untuk Papua kalau hanya bisa bermimpi, setiap gerakan semacam ini tidak baik dan hanya akan menghambat Papua,” ujarnya.

Meski demikian Korwa menganggap jika Paiki hanya sedang berusaha memperjuangkan hidupnya untuk bisa memenuhi kebutuhannya sehari-hari.

“Saya tidak melihat kalau Paiki sedang memperjuangkan hak hidup orang banyak, saya cuma melihatnya sebatas berjuang untuk diri dan keluarganya agar terus bisa makan. Lewat medianya (Youtube) dia berusaha mencari uang, atau sekedar menjual atribut-atribut dan buku karangan,” tutur Korwa mengkritisi aksi SM Paiki.

Korwa menjelaskan jika ada banyak kelompok yang mengklaim diri sedang memperjuangkan hak orang Papua, seperti yang sedang dilakoni oleh SM Paiki lewat organisasinya. menurutnya seluruh aksi tersebut hanya sebatas provokasi yang tidak akan menghadirkan nilai manfaat.

”Ada banyak sekali organisasi-organisasi seperti itu, juga bisa dipastikan mereka itu hanya melakukan provokasi. Sehingga lebih baik dihindari saja, tidak ada manfaatnya untuk diri kita semua. Tinggalkan saja,” tambah Korwa.

Korwa juga meminta kepada aparat keamanan agar bisa menindak aksi turun jalan yang disuarakan oleh SM Paiki. Selain menciptakan kegaduhan yang mengganggu ketertiban umum, Korwa menjelaskan terkait ancaman Virus Corona varian Omicron.

”Meski saya pesimis dia bisa mengundang massa, tapi aparat harus tetap bisa bertindak tegas. Aksi seperti itu hanya akan mengganggu, ada juga ancaman lain karena virus corona masih menjadi kasus nasional,” tutup Korwa.

0 komentar:

Posting Komentar