Senin, 07 Februari 2022

Internal KNPB, MSN Bukan Solusi Memperjuangkan Hak Orang Papua


Komite Nasional Papua Barat (KNPB) dalam sejumlah propagandanya kerap menyarakan aksi Mogok Sipil Nasional (MSN). Menurut keterangan yang dihimpun aksi tersebut bertujuan untuk memutus ketergantungan Orang Papua terhadap pemerintah Indonesia.

Meski sudah menjadi agenda resmi, aksi tersebut tidak selalu mendapat dukungan bahkan dari pihak internal KNPB sendiri. Salah seorang pengurus pusat KNPB berinisial MA dalam keterangannya kepada redaksi mengungkapkan jika aksi MSN telah menciptakan perselisihan dalam tubuh KNPB. (8/2)

“Sejak pertama kali menjadi pembahasan, topik MSN selalu mendatangkan pro dan kontra yang dampaknya masih ada sampai sekarang. Secara tidak langsung memang MSN sudah membagi KNPB menjadi beberapa kubu,” ujar MA dalam keterangannya.

MA menambahkan bahwa aksi MSN akan berdampak pada orang Papua secara langsung, dirinya bahkan menyebutkan jika aksi tersebut akan membawa Papua merasakan kembali kehidupan sulit dalam kurun waktu 10-20 tahun ke belakang.

“Tidak ada yang bisa menjamin, yang saya dan teman-teman pikirkan sekarang adalah Papua ini akan mundur 10-20 tahun kebelakang. Apakah hal seperti itu menjadi solusi untuk meneruskan perjuangan? Justru kita mendapat tugas tambahan karena dibuat susah sendiri,” tambahnya.

MA dalam pemikirannya atas ketidak sepahamannya dengan aski MSN mengatakan bahwa perjuangan yang dilakukan seharusnya dapat membawa perubahan yang berdampak pada kemudahan.

“Kembali lagi pada tujuan awal perjuangan ini dilakukan, semua untuk kemudahan yang bisa dirasakan seluruh orang Papua. Lalu maksud dan tujuan dari MSN itu sendiri seperti apa? Berjuang untuk mempersulit diri sendiri? Siapa yang mau memberi makan orang-orang kita?” ujar MA.

Dalam akhir penuturannya MA menambahkan bahwa agenda nasional MSN bukanlah perkara yang tepat untuk memperjuangkan hak orang Papua. MA lebih khawatir jika aksi yang tidak matang tersebut terus dipaksakan maka justru akan membatasi hak orang Papua

0 komentar:

Posting Komentar