Kamis, 10 Februari 2022

KNPB: Misi Datangan PBB Hanya Untuk Cari Dana Sumbangan


Misi mendatangkan Dewan HAM PBB diketahui masih belum menemui titik terang. Meski demikian pihak ULMWP dalam kegiatan internalnya diduga masih berupaya penuh untuk hal tersbeut. Buchtar Tabuni dan Bazoka Logo diketahui sebagai pihak yang paling disorot atas misi tersebut.

“Tekanan sebelumnya yang menyebutkan jika aksi ULMWP sia-sia sudah mendesak Buchtar dan Bazoka Logo untuk terus mengintervensi dan mendatangkan PBB ke Papua. Mereka sekarang berada di tepian jurang, nama ULMWP juga sedang dipertaruhkan,” ujar Jubir KNPB Ones Suhuniap. (11/2)

Intervensi terhadap PBB justru dianggap Suhuniap sebagai upaya yang percuma, dirinya juga mengatakan terkait kedatangan Dewan HAM PBB bukan sebagai urusan perjuangan. Suhuniap menilai ada mekanisme khusus yang melibatkan Pemerintah Indonesia.

“Bagaimana cara mereka mendatangkan PBB ke papua, semua akan percuma. Sebab mekanisme lain terkait hal itu harus ada campur tangan secara langsung dari Pemerintah Indonesia,” tambahnya.

Sebagai juru bicara organisasi penyambung lidah rakyat, Suhuniap meminta kepada Buchtar Tabuni dan Bazoka Logo untuk tidak bertaruh atas nama orang Papua. Dirinya mengaku kesal jika ULMWP hanya akan mendatangkan harapan semu bagi rakyat Papua.

“Jangan menghabiskan waktu untuk menipu dan membohongi rakyat. Sampai sekarang ini tidak pernah ada pernyataan resmi terkait kedatangan PBB ke Papua,” ungkap Suhuniap.

Suhuniap justru menduga ada permainan kepentingan terkait aksi yang dilakukan Buchtar bersama Bazoka Logo. Menurutnya panitia penyambutan yang dibentuk kedua tokoh ULMWP tersebut hanya digunakan untuk mengelabuhi rakyat Papua demi mendapat dana sumbangan.

“Karena awalnya sudah tidak ada dasar yang jelas, artinya ada sisi lain yang ditutupi oleh ULMWP. Pembentukan panitia penjemputan itu arahnya kemana, jangan sampai hanya digunakan untuk mencari dana sumbangan,” ujarnya.

Suhuniap menegaskan jika ULMWP adalah wadah organisasi perjuangan di Papua, sehingga jangan memelihara oknum yang hanya akan menghancurkan perjuangan karena sibuk membodohi rakyat Papua.

“ULMWP dibentuk untuk harapan yang besar, tapi sekarang sudah dikotori oleh orang-orang yang tidak berkompeten dan lupa arah perjuangan. Jangan pernah memelihara oknum yang akan menghancurkan perjuangan,” tutup Suhuniap.

0 komentar:

Posting Komentar