Sabtu, 26 Februari 2022

Transformasi ULMWP, Menjual Kepercayaan Rakyat Papua


United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) mendapat kecaman atas sejumlah aksi kontroversi. Meskipun mengklaim bagian dari bentuk perjuangan, upaya ULMWP lebih dianggap sebagai kebohongan yang akan menghancurkan perjuangan Papua.

Organisasi Papua Merdeka (OPM-TPNPB) dan Komite Nasional Papua Barat (KNPB) masing-masing telah mendesak organisasi yang dipimpin oleh Benny Wenda untuk menyudahi klaim perjuangan yang menyesatkan rakyat Papua.

"Perjuangan pembebasan Papua tidak dimulai baru tahun 2017, jauh sebelum ULMWP ada di tanah ini, nasib bangsa Papua sudah sangat keras diperjuangkan. ULMWP harus sadar diri, sejarah dan kebenaran tidak bisa dikubur," ujar Jeffrey Bomanak sebagai Ketua OPM-TPNPB. (25/2)

Sementara organisasi KNPB menanggapi jika perjuangan ULMWP sangat manipulatif dan tidak akan memberi dampak nyata bagi revolusi di Papua. KNPB menuduh ULMWP tidak sedang berjuang dan hanya sibuk bermain peran.

"Asal bicara dan klaim diri berhasil itu anak kecil yang baru lahir juga bisa. Faktanya hanya seperti itu yang terus dilakukan ULMWP, omong kosong dan tidak pernah terbukti sampai saat ini," ungkap Agus Kossay, Ketua KNPB Pusat. (26/2)

KNPB menyatakan jika perjuangan tidak bisa dilepaskan dari peran individu orang Papua. Perjuangan tidak bisa hanya sekedar diwakilkan oleh kalangan dan kelompok tertentu. Aksi seperti halnya yang dilakukan ULMWP dinilai sarat kepentingan yang berpotensi inkonsisten dalam memperjuangkan hak orang Papua.

"Perjuangan itu milik rakyat, kami seluruh rakyat Papua sadar akan hal itu. Perjuangan juga tidak bisa diwakilkan, apalagi siapa yang mewakilkan kami disini tidak pernah ada yang tahu. Kalau dibiarkan bisa menjadi lahan kepentingan, sehingga perjuangan sesungguhnya disingkirkan," tambah Agus Kossay.

Sebagai organisasi wadah yang pada mulanya dibentuk untuk mengakomodir perjuangan, ULMWP seolah bertransformasi menjadi kumpulan para kolonialis yang beraksi di atas tanahnya sendiri. ULMWP dengan segala kepentingannya telah membohongi kepercayaan rakyat Papua demi keuntungan pribadi. 

0 komentar:

Posting Komentar