Rabu, 16 Februari 2022

Traumatis Warga Wamena atas Aksi Brutal KNPB 2 Tahun Silam


Komite Nasional Papua Barat (KNPB) dalam rekam jejaknya selalu menimbulkan berbagai permasalahan dalam kehidupan di masyarakat. Salah seorang warga di Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya, mengungkapkan kegelisahannya setiap kali KNPB kedapatan menggelar aksi. (17/2)

"Kami takut, kami khawatir jika KNPB membuat aksi. Karena setiap kali KNPB muncul pasti suasana menjadi tegang," ujar Mariana Jikwa.

Ketakutan Mariana dikatakannya sering terjadi kala memutar ingatan peristiwa berdarah di Kota Wamena pada 23 September 2019. Alih-alih melakukan demo damai, KNPB yang menyusup dalam barisan pelajar justru membumi hanguskan kotanya.

"Waktu itu memang orang-orang berkumpul untuk demo, tapi memang bukan demo yang terjadi. Semua orang menjadi anarkis. Pengaruh KNPB yang memang mau Wamena kacau benar-benar terjadi," ujar Mariana.

Mariana mengaku rumah dan barang-barang miliknya telah habis dirampok oleh anggota KNPB ataupun setiap orang yang mencoba memanfaatkan kacaunya  situasi di Wamena tersebut.

"Tidak ada kedamaian, semua hancur dan ketakutan. Tidak hanya masyarakat pendatang yang bingung mencari perlindungan, tetapi kami warga asli juga panik. Kami juga menjadi sasaran kekerasan. Rumah saya sendiri habis, semua barang-barang dirampas," tambah Mariana.

Mariana menggambarkan bahwa peristiwa hitam di Kota Wamena tersebut sudah mengarah pada tindakan biadab diluar batas. Dirinya juga mengaku menyaksikan sendiri anggota KNPB yang melakukan kekerasan dengan cara membunuh warga di Wouma, Wamena.

"Mereka bunuh orang sembarang, siapa yang terlihat panik justru menjadi sasaran kekerasan. Kami sangat takut, kami tidak pernah lagi mau mengulanginya. Hari itu tidak ada yang bisa menjamin keselamatan, semua orang sibuk mencari tempat berlindung masing-masing,"  tutur Mariana.

Meski sudah lebih dari dua tahun peristiwa kelam itu terjadi, Mariana mengatakan hal tersebut tidak mungkin dilupakannya. Dirinya terlanjur menganggap eksistensi KNPB selalu membangkitkan perasaan duka, luka, dan kesedihan.

0 komentar:

Posting Komentar