Rabu, 23 Februari 2022

ULMWP Bohong Soal Referendum Papua


ULMWP dalam kaitan aksi lobi internasional mendapat tanggapan antusias dari para simpatisannya. Hal tersebut tentu menjadi angin segar bagi kelompok tersebut. Namun fakta sesungguhnya berbanding terbalik, lobi internasional yang dilakukan ULMWP tidak semudah yang dibayangkan.

ULMWP melalui beberapa tokohnya termasuk Benny Wenda dan Buchtar Tabuni kerap sesumbar bahwa pergerakannya akan mendorong upaya referendum bagi Papua. Padahal referendum bukan perkara mudah yang bisa dilakukan semaunya sendiri.

"Jangan pernah berpikir referendum itu tinggal petik seperti buah di pohon. Meskipun sudah ada desakan dari internasional terkait kunjungan Dewan HAM PBB, semua kembali kepada pemerintahan Indonesia," ujar Franz Korwa sebagai tokoh senior asal Papua. (23/2)

Bahkan menurutnya, jika kehadiran Dewan HAM PBB ke Papua benar terjadi, hal tersebut tidak bisa menjamin lahirnya rekomendasi terkait status kemerdekaan bagi Papua.

"Dewan HAM PBB tidak punya andil untuk memerdekakan suatu wilayah, jangan mudah dibohongi klaim politik. Dewan HAM PBB hanya datang melakukan kajian, proses selanjutnya masih sangat panjang," tambahnya.

Proses referendum atau penentuan nasib sendiri juga disebutkan sebagai ranah politik yang dibahas dalam forum Majelis Umum dan Dewan Keamanan PBB. Sehingga, lanjut Korwa, aksi politik ULMWP dianggap hanya akan membutakan orang Papua dengan informasi palsu.

"Jangan pernah kita percaya dengan ULMWP, kita sebagai orang Papua sedang dimanfaatkan untuk kepentingan yang tidak jelas. Proses referendum itu tidak mudah, jangan mau dibodohi," ungkapnya.

0 komentar:

Posting Komentar