Kamis, 17 Februari 2022

ULMWP Tolak KNPB "Bersenjata" dalam Aksi Mogok Sipil


ULMWP menganggap KNPB sebagai salah satu organisasi perjuangan sedang merancanakan pertemuan terkait aksi mogok sipil (MSN). Namun ULMWP melalui Biro Politik mengaku menolak aksi tersebut lantaran ada indikasi kekerasan dalam penyelenggaraan aksi.

"Kami dari ULMWP akan mendukung seluruh pergerakan demi tujuan merdeka termasuk terhadap KNPB, tapi kami menolak adanya kekerasan dalam aksi yang direncanakan," ungkap Bazoka Logo, Kepala Biro Politik ULMWP. (17/2)

Bazoka Logo mengatakan bahwa pihaknya tidak setuju dengan KNPB yang ditengarai merencanakan aksi menyangkut unsur kekerasan dan penggunaan senjata api.

"Penggunaan senjata api dalam mobilisasi massa, itu bukan hal yang dibenarkan. KNPB telah mengambil resiko yang sangat besar atas pergerakannya. Kami tidak akan pernah setuju," tambahnya.

Bazoka Logo mengatakan jika aksi kekerasan yang dilakukan KNPB akan meruntuhkan setiap diplomasi yang telah diupayakan ULMWP di dalam dan luar negeri.

"Selama ini yang selalu kami kabarkan adalah penindasan terhadap orang Papua. Sekarang kalau MSN mau digelar menggunakan senjata, semua pandangan akan berubah," ujarnya.

Dirinya menegaskan jika penggunaan senjata tetap dilakukan maka hal tersebut akan mengurungkan dukungan pihak luar terhadap Papua.

"Justru kita sendiri yang akan dilabeli sebagai kelompok pemberontak. Tidak bisa melakukan aksi seperti itu dengan menggunakan senjata, ini sangat bahaya," tutup Kepala Biro Politik ULMWP.

0 komentar:

Posting Komentar