Minggu, 27 Maret 2022

Akademisi Papua Sebut DOB Solusi Alternatif Hindarkan Aksi Separatisme


Pasca aksi penyerangan yang dilakukan kelompok separatis hingga berujung tewasnya aparat keamanan di Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga, Marinus Yaung sebagai seorang akademisi Papua menilai bahwa penanganan aksi teror harus dilakukan dengan upaya yang strategis. (28/3)

Marinus Yaung dalam keterangannya menganggap pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) sebagai solusi alternatif dalam menyelesaikan masalah human security di Papua.

“Harus ada langkah yang tepat dilakukan pemerintah, salah satunya adalah dengan menyegerakan pembentukan DOB. Hal seperti ini mendesak dilakukan untuk menyelesaikan masalah keamanan yang kerap terjadi di Papua,” ujar Marinus.

Menurut Marinus, dengan dibentuknya provinsi baru di Papua maka akan memudahkan negara untuk memetakan aktor kekerasan yang selama ini terus mengancam kehidupan masyarakat. 

“Secara tidak langsung aksi teror akan terlokalisasi, sehingga negara akan mudah melakukan pemetaan untuk mengantisipasi potensi ancaman yang selama ini kerap dihadapi oleh masyarakat,” tutur Marinus.

Marinus yang merupakan dosen Universitas Cenderawasih tersebut beranggapan bahwa dengan dibentuknya DOB secara signifikan akan mempersempit ruang gerak kelompok separatis. Dirinya juga menyebutkan bahwa hal tersebut akan memberi dampak baik terhadap wilayah-wilayah lain diluar zona rawan separatisme.

“Setelah semuanya terbentuk, kita akan lihat bagaimana wilayah diluar zona rawan akan berkembang dengan pesat karena sudah terlepas dari permasalahan dan ancaman yang selalu dibawa oleh kelompok separatis,” tambahnya.

Lebih lanjut, kata Marinus, aksi kelompok separatis di Papua sudah menimbulkan permasalahan serius terkait polarisasi dan perpecahan dalam kehidupan bermasyarakat.

“Kita mau Papua satu, kita mau Papua tanpa perpecahan, tapi dengan melihat kondisi saat ini dimana masyarakat terpolarisasi, maka semua ini ancaman ancaman serius yang akan menghambat kemajuan Papua,” tandasnya.

0 komentar:

Posting Komentar