Kamis, 03 Maret 2022

Aksi TPNPB Musnahkan Diplomasi Internasional ULMWP


Kelompok Separatis TPNPB kembali melakukan aksi biadab dengan membunuh delapan orang warga sipil dan membakar sejumlah bangunan di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua. (2/3)

Dihimpun dari sejumlah keterangan, diketahui aksi penganiayaan yang berujung tewasnya delapan orang pekerja PT Palapa Timur Telematika tersebut dilakukan oleh gerombolan Aibon Kogoya.

Alih-alih mendapat dukungan, aksi biadab kelompok Aibon Kogoya tersebut justru mendapat kecaman dari tokoh organisasi ULMWP. 

Buchtar Tabuni dalam keterangannya mengatakan jika penyerangan terhadap warga sipil sudah menghancurkan agenda yang dirintis ULMWP terkait diplomasi pada dunia internasional.

"Aksi itu sudah diketahui internasional, kami sudah berulang kali dihubungi banyak pihak bahkan dari luar negeri. Mereka bertanya soal kejadian pembunuhan 8 orang di Beoga," ungkap Buchtar Tabuni. (4/3)

Buchtar Tabuni menambahkan jika permasalahan HAM di Papua akan menjadi runyam pasca aksi penembakan yang dilakukan kelompok separatis, dirinya mengaku sangat kesal akan peristiwa tersebutn

"Kami di ULMWP sudah berjuang mati-matian demi hak orang Papua. ULMWP tidak berjuang sehari/dua hari, bertahun-tahun kami perjuangkan semuanya tapi hancur dalam hitungan menit," tambahnya.

Buchtar mengungkapkan jika aksi pembantaian yang dilakukan TPNPB berpotensi menggagalkan kedatangan Dewan HAM PBB ke Papua.

"Faktor yang mendorong kunjungan Dewan HAM PBB adalah isu kemanusiaan yang dialami orang Papua, tapi dengan kejadian kemarin maka alasan itu sudah tidak relevan lagi. Aksi TPNPB sudah membuat dunia internasional menjadi ragu," ungkap Buchtar Tabuni.

0 komentar:

Posting Komentar