Rabu, 02 Maret 2022

Jubir TPNPB: "Lamek Taplo Harus Tunduk Komando Pusat"


Brigadir Jenderal Lamek Taplo sebagai Panglima Kodap XV Ngalum Kupel diduga sedang merencanakan aksi atas desakan terhadap dirinya yang dianggap berbeda pandangan dengan manajemen Komnas Pusat TPNPB.

Menurut narasumber yang tidak mau disebutkan namanya, Lamek Taplo merasa pihaknya telah disingkirkan sehingga disebutkan bahwa ada upaya dari Lamek Taplo untuk memperkuat basisnya di Pegunungan Bintang.

"Banyak informasi seperti itu, Brigjen Lamek Taplo akan diganti karena alasan yang dia sendiri tidak tahu. Makanya sekarang basis diperkuat untuk menghindari kudeta," ungkap narasumber.

Terkait hal tersebut, Juru Bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom berkomentar bahwa Lamek Taplo sudah tidak sejalan dengan misi dan operasi pusat. Menurutnya kelompok Lamek Taplo berubah haluan dan mencoba mengusung misi dikuar komando pusat.

"Pergerakan Kodap XV Ngalum Kupel jauh dari harapan komando pusat, ini sangat berbahaya karena akan menghambat perjuangan. Aksi yang dilakukan tanpa koordinasi hanya akan menghancurkan pergerakan," ungkap Sebby Sambom. (3/3)

Sebby Sambom menambahkan bahwa kelompok Lamek Taplo kerap bertindak ceroboh. Salah satu aksi yang ditandai adalah penyerangan terhadap warga sipil, bahkan korbannya merupakan tenaga kesehatan.

"Seharusnya perlu dilakukan koordinasi dan mempelajari dampaknya, apalagi saat itu dia menargetkan para tenaga kesehatan. Sampai sekarang kita tahu kalau aksi yang dilakukan Lamek mendapat kecaman bahkan dari dunia internasional," ujarnya.

Sebby Sambom yang juga merupakan tokoh senior dalam pergerakan pembebasan Papua lantas menegaskan jika TPNPB harus bertindak sesuai petunjuk pusat. Sebby mengancam kepada Lamek Taplo untuk tunduk pada perintah atau kelompoknya akan diasingkakan.

"Harus tahu diri, siapa dia dan apa tugasnya. Semua harus bertindak sesuai arahan pusat, bukan semaunya sendiri. Dia harus tunduk aturan jika masih mau memimpin Kodap XV Ngalum Kupel," katanya.

0 komentar:

Posting Komentar