Rabu, 16 Maret 2022

Kelamnya Rekam Jejak KNPB, Aksi Kerap Berakhir Rusuh


Komite Nasional Papua Barat (KNPB) dituduh sengaja merencanakan aksi demonstrasi yang berujung kerusuhan di Dekai, Yahukimo (15/3). Atas kerusuhan tersebut diketahui setidaknya dua petak rumah toko (ruko) sengaja dibakar karena menjadi sasaran amuk massa.

Menurut salah seorang Tokoh Pemuda Papua, Oni Kogoya, menanggapi kerusuhan yang di Yahukimo, dirinya berpendapat bahwa KNPB adalah organisasi yang merugikan bagi Papua. (17/3)

"KNPB sebagai organisasi yang tidak jelas asal-usulnya, organisasi ini berjalan sesuai mau dan insting saja. Tidak memberi pengaruh baik, dan hanya membuat Papua semakin suram," ujarnya.

Oni Kogoya mengaku kesal dengan aksi KNPB yang memanfaatkan masyarakat sipil dan mahasiswa, dirinya menganggap bahwa kedua elemen tersebut adalah korban kelicikan KNPB yang merupakan aktor utama kerusuhan.

"Tidak sepenuhnya benar. KNPB sebagai organisasi yang selalu melawan negara pasti tidak berani terang-terangan turun ke jalan, makanya mahasiswa dan masyarakat duluan yang didorong, sehingga tetap KNPB adalah aktor utamanya," ujarnya.

Aksi licik KNPB yang berujung ricuh disebutkan Oni Kogoya bukan kali pertama terjadi. Medio 2019 dirinya mengatakan bahwa aksi serupa telah meluluh lantahkan Kota Wamena.

"Kalau mau kembali tahun 2019, intinya sama, KNPB ada dibalik mahasiswa. Mereka memanfaatkan situasi sekecil apapun untuk bisa membuat aksi menjadi kacau," tambahnya.

Sementara, menurut Kapolda Papua Irjen Pol Mathius Fakhiri, pihaknya telah menemukan dugaan atas keterlibatan KNPB dalam aksi unjuk rasa di Yahukimo terkait tuntutan pemekaran wilayah tersebut. (16/3)

"Memang ada yang menggunakan atribut KNPB, kita akan dalami," ungkap Mathius dalam keterangannya.

0 komentar:

Posting Komentar