Sabtu, 19 Maret 2022

KNPB Oranisasi Anti Kemanusiaan, Pengaruhnya Harus Dihentikan


Tarik-ulur dinamika politik belakangan menjadi sebuah topik yang cukup membebani kehidupan masyarakat Papua. Hal tersebut tak terlepas dari risiko dan ancaman situasi keamanan atas aksi yang kerap menghadirkan massa dalam jumlah yang cukup besar.

Dibubarkannya secara paksa aksi unjuk rasa anarkis yang terjadi di Kabupaten Yahukimo terkait tuntutan pemekaran wilayah adalah salah satu contohnya, aksi tersebut bahkan sempat meluas hingga menimbulkan kekacauan. Pasalnya massa diketahui telah melakukan pengrusakan, bahkan sejumlah ruko milik warga setempat sebelumnya turut dibakar.

Menengok latar belakang atas sejumlah peristiwa tersebut, KNPB sebagai salah satu organisasi sipil di Papua menjadi satu-satunya alasan agar pihak otoritas dapat melakukan antisipasi keamanan dengan sangat ketat, mengingat track-record KNPB sebagai organisasi yang terafiliasi dengan gerakan separatisme.

Undang-undang memang menjamin setiap warga negaranya untuk diberikan ruang demokrasi, namun agaknya aparat keamanan TNI/Polri perlu berpikir ulang akan hal tersebut, secara KNPB sebagai organisasi pro-kemerdekaan anti pemerintah tentu sungkan untuk tunduk pada hukum konstitusi. Kelompok seperti KNPB hanya memanfaatkan celah undang-undang untuk melegalkan aksinya.

KNPB selalu eksis dengan aksi demonstrasi, namun sangat disayangkan bahwa aksi tersebut "kotor". Peristiwa kerusuhan besar tahun 2019 yang terjadi di sejumlah kabupaten di Provinsi Papua dan Papua Barat tak akan mudah dilupakan, aksi tersebut menciptakan kekacauan yang berdampak pada sektor-sektor penting seperti sosial, pendidikan, kesehatan, bahkan perekonomian sempat terhenti dalam beberapa pekan. 

Aksi tahun 2019 yang terlanjur meluas sebelumnya bahkan turut menewaskan 33 nyawa manusia, korban diketahui telah dibantai simpatisan KNPB di Kota Wamena tanpa alasan. Sehingga catatan kelam yang melibatkan KNPB pun mementahkan klaim organissi tersebut sebagai pembela hak asasi manusia (HAM) Papua. KNPB yang dikenal sebagai organisasi bermaterikan kelompok remaja dan pemuda dianggap tidak pernah matang secara mental. Kehidupan orang-orang dalam KNPB bahkan tidak pernah jauh dari unsur kriminal, kekerasan, dan pelanggaran hukum lainnya.

Catatan buruk yang terus dilakukan KNPB telah memberi anggapan serius bahwa organisasi tersebut bukanlah pihak tepat yang akan membela hak-hakorang Papua. Isu-isu kemanusiaan, ketimpangan, dan segala hal yang bersentimen adalah salah satu cara yang sengaja dilontarkan KNPB untuk membuat kekacauan di Tanah Papua. KNPB juga dianggap hanya mencari kepentingan pribadi dalam setiap aksi yang dilakukan.

Pada akhirnya terhambat proses perkembangan wilayah dalam keterlibatan KNPB ataupun segala organisasi berunsur separatisme lainnya di Papua seharusnya mampu mendorong negara untuk mengkaji lebih dalam dan menerapkan mekanisme khusus untuk segera menuntaskannya. Kesejahteraan masyarakat luas di seluruh Papua menjadi kepentingan umum yang harus diperjuangkan negara.

Alberto Sony Auparay
Mahasiswa Papua di Palembang, Sumsel

0 komentar:

Posting Komentar