Jumat, 04 Maret 2022

Pembantaian di Beoga, Hak dan Keadilan Korban Harus Dipenuhi


Aksi separatisme di Distrik Beoga, Puncak, Papua, yang mengakibatkan tewasnya delapan orang pekerja PT Palapa Timur Telematika (2/3) mendapat kecaman dari tokoh adat Papua.

Jan Christian Arebo sebagai Ketua Umum Dewan (DPN) Pimpinan Nasional Pemuda Adat Papua (PAP) mengecam aksi biadab yang dilakukan kelompok separatis tersebut. (4/3)

"Saya mengecam dan mengutuk tindakak tidak manusiawi sampai menewaskan delapan orang pekerja," ungkap Arebo.

Atas peristiwa tersebut, Arebo mendukung aparat keamanan TNI-Polri untuk melakukan tindakan tegas terkait penangan terhadap kelompok separatis di Papua. 

"Saya mendorong aparat TNI-Polri untuk melakukan upaya tegas terhadap setiap kelompok yang mengganggu situasi keamanan, khususnya yang terjadi di Distrik Beoga," tambahnya.

Dirinya juga meminta kepada aparat TNI-Polri untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan terkait kasus tersebut. Arebo berharap agar pelaku dapat segera ditangkap untuk dilakukan proses sesuai hukum di NKRI.

"Kepada Polda Papua dan Kodam XVII Cenderawasih agar melakukan tindakan terkait penyelidikan dan penyidikan untuk menemuka pelaku dari kelompok teroris yang sudah melakukan aksi pelanggaran HAM," ujar Arebo.

Dalam kesempatannya Arebo juga mendesak Komite Nasional (Komnas) HAM dan seluruh lembaga pegiat HAM untuk melakukan investigasi atas aksi pelanggaran HAM terhadap korban pekerja.

"Kelompok teroris sudah melakukan pelanggaran HAM terhadap delapan orang pekerja. Keadilan bagi para korban harus bisa diperjuangkan oleh Komnas HAM dan lembaga pegiat HAM, karena hak hidup para korban sudah dirampas kelompok teroris," tegasnya.

0 komentar:

Posting Komentar