Rabu, 30 Maret 2022

Tolak DOB, Dewan Gereja Disebut Organisasi Kotor


Keterlibatan Socratez Sofyan Yoman yang membawa organisasi Dewan Gereja Papua (GDP) dalam upayanya menolak Daerah Otonomi Baru (DOB) mulai terkuak. Socratez dianggap punya kepentingan lain sehingga merasa terdesak jika Provinsi Papua kembali akan dimekarkan.

Edward GM selaku pemerhati kemajuan Papua dalam keterangannya menyebutkan jika Socratez yang dikenal sebagai salah satu tokoh agama yang berhaluan separatisme akan kalang-kabut merespon peresmian DOB di Papua.

“Meski latar belakangnya adalah tokoh agama, tapi kepribadian seorang Socratez tetap mendukung separatisme. Makanya dia juga merasa terancam jika DOB benar-benar akan direalisasikan,” ungkapnya. (30/3)

Edward juga menjelaskan beberapa alasan lain mengenai ketakutan Socratez atas DOB, padahal ditegaskan bahwa DOB menjanjikan pemerataan dan kemajuan bagi Papua. Socratez dan GDP, menurut Edward, adalah pihak yang sering mendapat dana hibah dalam jumlah fantastis dari sejumlah pihak.

“Saya melihat bagaimana Socratez takut kalau pendapatannya dari dana hibah akan berkurang, sangat realistis karena selama ini dana yang diterimanya cukup fantastis. Nominalnya sangat besar karena DGP masih mencakup wilayah di seluruh Papua,” ujar Edward.

Terkait hal tersebut, Edward menambahkan, DGP yang menjadi kendaraan Socratez tidak akan lagi memiliki kekuatan dan pengaruh besar. dirinya menjabarkan bahwa kondisi di Papua kedepan akan lebih dipengaruhi adat, sesuai dengan pembagian wilayah-wilayah yang didasari pada nilai adat dan budaya.

“7 wilayah adat, di Papua sekarang ada 5. Itulah yang menjadi dasar pokok dalam pembagian wilayah-wilayah nantinya. Karena semuanya berpatokan pada adat, maka pengaruh DGP tentu akan semakin tenggelam,” tambahnya.

Edwar menhelaskan bahwa pembentukan DOB yang mayoritas ditolak oleh kelompok pro-separatisme secara langsung juga akan berdampak pada salah satu organisasi perjuangan, KNPB. Padahal disebutkan bahwa KNPB yang saat ini sedang dipimpin oleh Agus Kossay adalah tameng pertahanan yang digunakan Socratez Yoman dan DGP.

“Dewan gereja papua sering memanfaatkan peranan KNPB, padahal sama saja, sekarang ini KNPB dan seluruh organisasi pro-separatisme sedang terdesak. Bahkan bisa jadi KNPB sebagai organsasi dengan basis massa terbesar akan mati,”

Edward dalam penyampaiannya mengatakan jika DGP sebagai organisasi keagamaan sudah tidak berjalan sesuai kaidahnya dalam membimbing umat. Dirinya justru menilai bahwa Socratez dan DGP sudah terlalu jauh mencampuri urusan politik dengan permainan yang sangat kotor.

“Harusnya sebagai organisasi agama, mereka menjauhi pengaruh-pengaruh yang membuat Namanya kotor. DGP harusnya fokus saja untuk membimbing umat, membawa pengaruh kebaikan dan tidak lagi mencampuri urusan agama dengan kepentingan politik. Ingat juga pemerintah adalah wakil Allah, artinya melawan pemerintah sama saja melawan kerajaan Allah,” tutup Edward.

0 komentar:

Posting Komentar