Sabtu, 05 Maret 2022

Tolak Pemekaran Hambat Kesejahteraan Orang Papua


Aksi unjuk rasa di Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya, yang diinisiasi oleh mahasiswa Papua terkait penolakan pemekaran di Provinsi Papua dan Papua Barat mendapat kritikan oleh tokoh senior Papua.

Agustinus R dalam penuturannya mengungkapkan jika aksi yang dilakukan mahasiswa hanya merugikan diri sendiri dan justru akan menghambat proses kesejahteraan bagi masyarakat Papua.

"Terkait penolakan itu sangat tidak tepat, apa yang ditakutkan oleh orang-orang ini, padahal dengan pemekaran kesejahteraan rakyat Papua akan lebih mendapat perhatian," ungkapnya. (6/3)

Agustinus mengaku marah membaca narasi-narasi terkait penolakan yang dilakukan mahasiswa. Sebab menurutnya mahasiswa menganggap bahwa orang Papua tidak siap dikarenakan tingkat SDM yang terbatas.

"Saya yang melihat narasi-narasi dari mahasiswa saja marah, secara tidak langsung mereka sudah merendahkan orang Papua, karena mereka bilang orang Papua tidak siap, tingkat SDM kita terbatas. Alasan yang mereka gunakan sangat tidak relevan," tambahnya.

Meski demikian, Agustinus mengaku tak khawatir, sebab dirinya yakin bahwa kelompok-kelompok yang menolak pemekaran dan kesejahteraan bagi rakyat Papua adalah pihak-pihak yang terafiliasi dengan gerakan separatisme.

"Saya tahu siapa orang-orang dibelakang mereka, semua tergabung dengan aksi-aksi separatisme melawan pemerintah. Artinya semua kebijakan pasti akan ditentang," ujarnya.

Agustinus mengatakan jika seharusnya Kota Wamena segera bertransformasi menjadi wilayah yang maju. Mengingat Wamena sebagai wilayah sentral yang menopang sejumlah daerah di kawasan pegunungan tengah Papua.

"Kalau Wamena yang mau maju saja ditolak, bagaimana nasib daerah-daerah lain disekitarnya. Wamena adalah daerah sentral yang menopang kabupaten lain," ungkap Agustinus.

0 komentar:

Posting Komentar