Rabu, 13 April 2022

Aksi Separatis Egianus Kogoya Hancurkan Perkampungan di Nduga, Papua


Aksi ancaman kelompok separatis kembali terjadi di Kabupaten Nduga, Papua. Diketahui kesalahan dalam penggunaan senjata api oleh kelompok separatis pimpinan Egianus Kogoya telah menghancurkan sejumlah rumah warga di Kampung Alguru.

Salah seorang warga Alguru (EG/40) dalam keterangannya menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada 4 April 2021. EG menjelaskan bahwa senjata yang digunakan kelompok separatis adalah hasil curian pasca penyerangan Pos Darurat TNI di pertengahan tahun 2020.

“Mereka salah pakai senjata, bom yang dicuri dari TNI sepertinya mereka tidak bisa pakai. Akhirnya mereka menembakkan ke arah kampung dan mengenai rumah-rumah warga. Itu senjata yang dicuri tahun 2020,” ungkap EG.

Sumber yang merupakan salah seorang tokoh masyarakat, mengaku bahwa peristiwa tersebut telah mengakibatkan warganya menjadi takut dan mulai meninggalkan kampung untuk mencari perlindungan. Dirinya juga menegaskan bahwa warga tidak memiliki tempat untuk tinggal karena rumah-rumahnya hancur dan terbakar.

“Sekarang warga tidak tahu harus bagaimana, yang pasti kami mulai pergi ke tempat-tempat aman. Ada yang ke Polsek/Koramil, ada yang ke rumah saudara, dan ke pos sementara yang disiapkan oleh aparat keamanan,” ungkapnya.

EG mengaku bahwa penderitaan warga di Kampung Alguru masih berlanjut, hal tersebut lantaran kelompok separatis mulai menuduh sejumlah warga kampung yang dicurigai sebagai mata-mata aparat keamanan TNI/Polri. Kelompok tersebut disebutkan telah melontarkan kalimat ancaman terhadap warga.

“Beberapa warga juga seperti manjadi incaran kelompok separatis, mereka dituduh sebagai mata-mata. Padahal itu tidak pernah terjadi, warga tidak pernah mau terlibat dalam konflik. Sekarang nama-nama yang diancam itu terpaksa cari perlindungan kepada aparat,” tambahnya.

Disebutkan bahwa kondisi terkini Kampung Alguru sudah tidak layak ditempati. EG menyerukan bahwa keberadaan Egianus Kogoya dan kelompoknya yang brutal sudah menciptakan ketakutan dan ketidak nyamanan bagi warga.

“Bagaimana kami mau hidup lagi disana, rumah sudah rusak, kebun juga hancur. Kami sudah sangat marah tapi tidak bisa berbuat apa-apa. Egianus Kogoya itu brutal, tidak ada warga kampung yang suka kepadanya,”ujarnya.

0 komentar:

Posting Komentar