Minggu, 24 April 2022

Biro Politik ULMWP Peringatkan TPNPB-OPM, Jangan Gagalkan Perjuangan Diplomasi


Biro Politik United Liberation for West Papua (ULMWP) dalam keterangan dalam laman media sosialnya meminta kepada sayap organisasi militer TPNPB-OPM untuk meminimalisir aksi perang terbuka jelang kedatangan Dewan HAM PBB ke Papua. (24/4)

Bazoka Logo dalam keterangannya menyebutkan bahwa upaya sayap militer TPNPB-OPM dinilai terlalu ofensif dalam melakukan serangan sehingga hal tersebut akan mendorong anggapan pihak eksternal dalam penilaian aksi pemberontakan.

“Sampai dengan saat ini banyak pihak yang masih belum memahami kondisi terkait perang di Papua, aksi TPNPB yang terlalu ofensif justru akan membuat penilaian lain, anggapan bahwa aksi perjuangan pembebeasan akan bergeser menjadi upaya pemberontakan,” ungkap Kepala Biro Politik ULMWP, Bazoka Logo.

Bazoka Logo mengaku tengah menjalankan upaya delegasi dalam misi perjuangan pembebasan, oleh sebab itu menurutnya sejumlah pihak diluar kendalinya harus mampu menahan diri dan tidak membuat aksi yang akan menggagalkan diplomasi.

“Kami sudah memperjuangkan sampai ke luar negeri, sehingga lebih baik kepada kelompok-kelompok lain untuk bisa menahan diri dan tidak membuat gerakan tambahan. Resikonya sangat besar, jika gagal maka perjuangan yang sudah diusahakan akan sia-sia,” tambahnya.

Bazoka Logo mengaku khawatir atas aksi dan pergerakan yang tidak terkoordinir, hal tersebut dikatakannya mengingat aksi TPNPB khususnya di Kabupaten Nduga yang sangat rawan dan berpotensi melukai pihak-pihak sipil.

“Kami tidak menutup mata kalau serangan yang dilakuakn di Nduga beberapa kali melukai warga sipil, aksi seperti ini yang sebenarnya sudah membuat Biro Politik (ULMWP) menjadi sangat khawatir,” pungkasnya.

0 komentar:

Posting Komentar