Minggu, 17 April 2022

Kelompok Penolak DOB Diminta Tinggalkan Papua


Menanggapi aksi penolakan terhadap rencana pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) oleh segelintir kelompok yang tidak bertanggung jawab, tokoh Papua menyebutkan bahwa upaya tersebut tidak akan memberi pengaruh bagi pemerintah pusat untuk terus berupaya memberikan kesejahteraan bagi rakyat Papua, terlebih agenda DOB sudah dibahas lewat Rancangan Undang-Undang (RUU).

“DOB nantinya akan mendorong orang Papua untuk berkembang, sehingga yang sama-sama kita harapkan adalah tumbuhnya kesejahteraan. Penolakan oleh kelompok-kelompok yang tidak jelas itu juga tidak akan berpengaruh, semua akan berjalan sesuai dengan rencananya,” ujar Agustinus R. (17/4)

Agustinus menambahkan bahwa tidak ada opsi untuk mengangkat kesejahteraan rakyat Papua dengan memberi kemerdekaan. Dirinya lebih memilih jika setiap kelompok yang terafiliasi dengan gerakan separatisme anti pemerintah tersebut untuk meninggalkan Papua dan membentuk negara sendiri diluar wilayah teritorial negara Indonesia.

“Kalau ada yang menolak, biar mereka saja yang keluar dari Papua. Jangan bikin keributan di rumah kita. Papua ini tidak bisa dimerdekakan, kita juga sudah merdeka. Hanya kelompok-kelompok kecil itu saja yang beranggapan lain,” tuturnya.

Agustinus menarik ingatan bahwa sebelumnya gejolak kerap terjadi di sejumlah wilayah Papua berkaitan dengan tuntutan rakyat untuk dapat diperhatikan hak-hak dasar dan fasilitas yang menunjang. Menurut Agustinus kebijakan DOB yang sedang digulirkan adalah bentuk jawaban dan perhatian oleh negara demi kepentingan rakyatnya. 

“Dulu kelompok-kelompok anti pemerintah di Papua bilang kalau lebih baik Papua merdeka karena tidak diperhatikan, tapi memang semua itu butuh proses. Buktinya sekarang sudah ada jawaban, maka seharusnya tidak ada lagi tuntutan untuk merdeka. Bahkan alasan untuk menolak DOB saja sudah tidak relevan,” tambahnya.

0 komentar:

Posting Komentar