Selasa, 19 April 2022

Kesejahteraan Papua Terhambat Kehadiran Kelompok Separatis


Upaya pemerintah pusat dalam membangun percepatan pembangunan demi kesejahteraan di Papua disebutkan masih terkendala gangguan keamanan yang dibawa kelompok separatis pro-kemerdekaan. (19/4)

Tokoh senior Papua berpendapat bahwa rencana pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) dinilai sebagai solusi untuk memangkas kesenjangan yang terjadi belasan tahun di Papua.

“Memang yang jadi kendala untuk membangun Papua karena ada pengaruh dari kelompok-kelompok yang tidak bertanggung jawab. Mereka sebagai kelompok anti pemerintah tentu akan menentang, mereka tidak mau Papua sejahtera,” ungkap Yanto Eluay.

Sebagai generasi dari pelaku sejarah di Papua, Yanto Eluay menyebutkan bahwa aksi kelompok proseparatis Petisi Rakyat Papua (PRP), dalam menolak Daerah Otonomi Baru (DOB) sudah sangat merugikan kepentingan seluruh rakyat Papua.

“PRP sangat menentang DOB, kalau kita bahas PRP maka berkaitan dengan kelompok separatis, dan penolakan yang dilakukan itu sudah menghancurkan harapan seluruh orang Papua yang mau maju dan sejahtera,” tambahnya.

Pembatasan yang dilakukan oleh aparat keamanan terkait aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh kelompok terafiliasi gerakan separatisme (PRP) tidak bisa dibilang sebagai aksi  yang membatasi demokrasi.

“Negara lewat aparat keamanan tidak boleh kalah dengan kelompok separatis, jangan beri mereka ruang. Abaikan saja pandangan yang mereka katakan, tidak ada pembatasan demokrasi, aparat hanya menghindari aksi kerusuhan,” imbuhnya.

Yanto Eluay menegaskan bahwa setiap kelompok yang mengancam kedaulatan negara tidak layak mendapat dukungan atau bahkan menuntut  keleluasaan. Tidak terkecuali bagi kelompok PRP yang sudah memproklamirkan desakan untuk dilakukan referendum bagi Papua. 

0 komentar:

Posting Komentar