Sabtu, 02 April 2022

KNPB Organisasi Pemberontak dan Pengacau Papua


Aksi penolakan pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) yang dilakukan oleh segelintir pihak mengatas namakan orang Papua dan mahasiswa adalah agenda terselubung yang digalakkan oleh organisasi berhaluan separatis, KNPB. Meski mengklaim diri sebagai organisasi yang menjunjung tinggi demokrasi, KNPB telah dikenal sebagai kelompok yang kerap melakukan aksi anarkisme dan kriminal.

“Tidak ada orang Papua yang merasa diwakilkan oleh KNPB. Siapa yang mau tunduk dengan organisasi tidak jelas seperti KNPB. Mereka adalah kelompok yang merugikan dan mencoreng nama Papua, karena setiap aksi yang dilakukan hampir pasti selalu berujung anarkisme,” ungkap tokoh pemuda pegunungan tengah Papua, Daniel Wetipo. (3/4)

Pernyataan Daniel tersebut diketahui sebagai bentuk tanggapi atas klaim KNPB yang merasa bisa menawarkan solusi demokratis terkait penyelesaian konflik di Papua. Lewat latar belakang sejarah, kata dia, konflik di Papua sudah dipastikan terwujud jika tidak ada pemberontakan seperti yang sedang dilakukan oleh KNPB sekarang ini.

“Referendum sebagai solusi itu sudah benar, dan faktanya referendum sudah terjadi pada tahun 1969 lewat Pepera (Penentuan Pendapat Rakyat). Artinya Papua sudah referendum, kita semua sudah bisa menjalankan amanat negara. Sehingga bisa dipastikan gerakan seperti yang dilakukan KNPB sekarang adalah bentuk pemberontakan,” tegasnya.

Menurut pemuda yang juga merupakan Mahasiswa Universitas Cenderawasih tersebut menambahkan bahwa setiap bentuk pernyataan yang dikeluarkan oleh tokoh-tokoh KNPB adalah sebuah kebohongan. Dirinya menduga bahwa KNPB memiliki kepentingan lain diatas penderitaan rakyat Papua.

“Selalu berbuih dalam berbicara, berbohong disana dan disini, rakyat Papua yang akhirnya menjadi korban. Apa yang dilakukan KNPB sudah membuat kepedihan bagi Papua, mereka menjual darah dan air mata orang Papua untuk kepentingan yang tidak tahu asal-usulnya,” ujarnya.

0 komentar:

Posting Komentar