Rabu, 20 April 2022

Mahasiswa dan KNPB “Rusak” Forum Diskusi Bahas Kemajuan Papua


Diskusi membahas proses kemajuan Papua yang dilakukan oleh Anggota Komisi I DPR RI Yan P Mandenas bersama sejumlah elemen kepemudaan di Kota Jayapura berakhir dibubarkan paksa oleh sejumlah oknum mahasiswa. (19/4)

Sejumlah pihak menyebutkan bahwa aksi tersebut adalah upaya persekusi yang dilakukan oknum mahasiswa yang terafiliasi dengan gerakan prokemerdekaan. Diketahui bahwa upaya penolakan Daerah Otonomi Baru (DOB) adalah salah satu agenda utama yang sedang diupayakan oleh kelompok separatis.

“Hal yang paling tidak kami setujui adalah cara oknum mahasiswa menuntut berbagai hal dengan cara yang tidak baik. Apalagi terlihat sekali kalau ada indikasi kalau aksi pembubaran forum berkaitan dengan gerakan separatisme anti pemerintah,” ungkap Ali Kabiay selaku tokoh pemuda asal Papua.

Ali Kabiay menambahkan bahwa seharusnya forum serupa perlu diperbanyak oleh berbagai pihak yang memiliki otoritas demi menjemput aspirasi rakyat Papua sehingga proses kemajuan dan kesejahteraan bersama dapat tercipta.

“Mereka harus tahu kalau yang dibutuhkan oleh Papua secara keseluruhan saat ini adalah diskusi-diskusi yang membangun, persis seperti yang dilakukan oleh Yan Mandenas kemarin. Semua duduk satu meja membahas kemajuan di Papua. Bukan malah marah-marah dan memaksakan kehendak,” ujarnya.

Sebagai tokoh pemuda, Ali Kabiay mengaku cukup geram dengan aksi oknum mahasiswa setelah melihat potongan video berdurasi 10 menit 28 detik yang diunggah kanal WestPapuaNews. Ali Kabiay yang menyoroti sejumlah argumen yang disampaikan oknum mahasiswa menganggap pernyataan yang disampaikan berpotensi sebagai rekayasa.

“Saya cermati banyak pernyataan yang tidak tepat. Tidak ada orang Papua mati di jalan-jalan, tidak ada puluhan ribu orang Papua mengungsi dan mati sia-sia, karena puluhan ribu itu jumlah yang tidak sedikit, data seperti ini yang rawan direkayasa untuk kepentingan. Orang Papua juga tidak sedang terintimidasi, buktinya para mahasiswa masih bisa beraspirasi dengan bebas di wilayah-wilayah umum terbuka,” ungkapnya.

Membawa nama besar Universitas Cenderawasih (Uncen), menurut Ali Kabiay aksi sepihak yang dilakukan oknum mahasiswa justru telah merugikan nama baik lembaga pendidikannya. Pihaknya juga menilai bahwa aksi tersebut tidak menggambarkan perilaku sebagai kaum terpelajar. Ali Kabiay lebih menganggap bahwa aksi tersebut merupakan upaya terselubung yang berkaitan dengan gerakan separatisme.

“Kita juga bisa lihat siapa saja orang-orangnya, bukan hanya mahasiswa disana, ternyata ada juga pentolan-pentolan organisasi separatisme KNPB. Saya melihat kalau aksi itu tidak menggambarkan sebagai pihak-pihak yang terpelajar. Nama besar Uncen sedang dipertaruhkan untuk tujuan yang tidak tepat,” lanjut Ali Kabiay.

Sementara sebelumnya Yan P Mandenas pernah menyebutkan bahwa pembentukan DOB secara umum akan mempermudah pelayanan pemerintah kepada masyarakat sejumlah daerah yang jarang diperhatikan. Dirinya sempat mencontohkan bahwa kondisi di Papua serupa dengan Pulau Kalimantan dan Sulawesi sebelum banyak dilakukan pemekaran.

“Aspek geografis di Papua membuat pelayanan pemerintah menjadi tidak maksimal. Kondisi di Papua sekarang juga mirip dengan apa yang terjadi di Kalimantan dan Sulawesi sebelum dilakukan pemekaran. Sekarang kita bisa lihat bagaimana kedua pulau itu sudah ada kemajuan,” ungkapnya.

0 komentar:

Posting Komentar