Selasa, 12 April 2022

Ojek Ditembak! Komnas HAM Papua Jangan Malas Tangani Kasus


Aksi kekejaman kelompok separatis kembali terjadi, bentuk teror penembakan terhadap warga sipil dinilai menjadi siklus yang berulang. Tokoh senior Papua dalam tanggapannya terkait penembakan tukang ojek di Distrik Tingginambut, Puncak Jaya (12/4) menyerukan perlawanan terhadap aksi serupa.

“Lagi-lagi kembali terjadi, ketika situasi keamanan mulai tenang kelompok separatis pasti ambil bagian. Sehingga penembakan dan teror kekerasan itu kembali terjadi. Saya tidak menudukung anggapan ini, tapi sepertinya sudah menjadi siklus,” ungkap Franz Korwa dalam keterangan tertulisnya. (13/4)

“Seharusnya kita semua sudah paham dimana akar permasalahan itu terjadi, aksi teror yang dilakukan kelompok separatis itu sudah mengganggu ketenteraman orang di Papua. Kita sebagai elemen yang menginginkan kedamaian di Tanah Papua harus melawan, kita tolak semua untuk separatisme,” tambahnya.

Korwa dalam penyampaiannya juga menyebutkan jika aksi tersebut adalah bentuk pelanggaran HAM karena tidak pernah ada penanganan serius. Dirinya menyinggung Komnas HAM Papua yang dinilainya hanya menjadi pengamat kasus dan tidak pernah memposisikan diri sebagai unsur pelaksana dalam penuntasan pelanggaran HAM.

“Komnas HAM seharusnya mulai memikirkan bagaimana menuntaskan aksi-aksi teror, jangan hanya bisa berkomentar dan mengecam setelah korban sudah tewas berjatuhan. Kalian yang ada disana itu punya kewenangan setidaknya untuk melempar rekomendasi agar bisa ditangani lebih lanjut. Jangan malas,” ujarnya.

Korwa menegaskan bahwa aksi teror penembakan terhadap warga sipil yang dilakukan kelompok separatis tidak pernah bisa dibenarkan. Dirinya menolak segala bentuk opini yang menyebutkan alasan terkait kelompok separatis sudah meminta warga non-Papua untuk meninggalkan wilayah konflik.

“Omong kosong kalau ada pihak-pihak lain, apalagi dari kalangan mereka (pro-separatisme) yang meminta warga pendatang untuk meninggalkan Papua. Itu semua hanya cara mereka mengarang cerita, yang jelas-jelas sudah menjadi fakta adalah terjadinya aksi teror dan pelanggaran HAM,” 

0 komentar:

Posting Komentar