Senin, 11 April 2022

Penolakan DOB Sarat Kepentingan Elit Papua


Pernyataan atas aksi penolakan rencana pembentukan Daerah Otonomi Baru dinilai berlebihan dan telah menciptakan selisih paham yang dapat konflik. Bupati Lanny Jaya, Befa Yigibalom dalam keterangannya menyebutkan jika upaya tersebut dianggapnya telah merugikan sejumlah pihak. (12/4)

“Yang menjadi keresahan kita bersama adalah ketika terjadi permasalahan lain. Aksi penolakan DOB sebenarnya sudah meresahkan, sebab kelompok-kelompok tertentu mulai memprovokasi orang di Papua dengan kebohongan,” ungkap.

Bupati Befa menegaskan, poernyataan-pernyataan tentang orang-orang Papua akan habis jika dilakukan pemekaran provinsi ataupun pemekaran kabupaten adalah bentuk pembodohan. Dirinya meminta kepada masyarakat untuk lebih bijak dalam menyikapi isu yang tengah berkembang.

"Jangan mudah terprovokasi oleh isu-isu dan informasi bohong, termasuk informasi bohong terkait pemekaran Daerah Otonomi Baru. Tidak ada hubungannya pemekaran dengan habisnya etnis/ras Papua,” ujarnya.

Sementara salah seorang pengamat kemajuan Papua mengatakan jika pemekaran wilayah menjadi topik hangat di Papua sejak awal tahun 2022. Edward GM menilai jika tarik-ulur atas rencana tersebut semakin diperparah dengan keterlibatan kelompok-kelompok pro-separatisme.

“Sebenarnya pemekaran adalah solusi yang dapat menjadi jawaban atas keluhan orang Papua, selama ini kita merasa tidak diperhatikan, merasa kesulitan, makanya sekarang ini waktu yang tepat. Negara sudah benar karena berani mengambil langkah,”

“Sayangnya ada beberapa pihak yang memiliki kepentingan lain, mereka sedang berusaha untuk memikirkan bagaimana cara menggagalkan kebijakan,”

Edward dalam keterangannya menyebutkan dampak dari upaya penolakan yang dilakukan pihak-pihak tertentu sebelumnya hanya akan menjadikan masayarakat di Papua semakin kesusahan. Dirinya menyebutkan bahwa upaya penolakan DOB berkaitan erat dengan kepentingan elit di Papua.

“Kepentingan atas rakyat, itu yang seharusnya dibela. Tapi yang terjadi sekarang ini rakyatlah yang dibenturkan dan dikorbankan. Ini semua karena adanya kepentingan yang dibawa elit di Papua,” ungkapnya.

0 komentar:

Posting Komentar