Rabu, 27 April 2022

Puskesmas & Sekolah Sering Dibakar, “Wajar Jika Orang Papua Cari Perlindungan”


Aksi separatisme disebutkan telah banyak memakan korban, tidak hanya korban materi melainkan hingga hilangnya nyawa warga sipil. Yan Mandenas dalam keterangannya menyebutkan bahwa aksi separatisme akan membuat Papua tidak akan pernah merasakan kedamaian.

Anggota Komisi I DPR RI tersebut mengatakan jika aksi kekerasan yang diklaim sebagai upaya perjuangan bukan sebagai solusi untuk menyelesaikan konflik. Terlebih dirinya menegaskan jika tujuan atas aksi yang dilakukan kelompok separatis tersebut adalah untuk merdeka.

“Senjata dan kekerasan bukan sebagai solusi untuk mencari jalan keluar, apalagi kalau maksudnya adalah untuk merdeka. Selama kelompok separatis masih mengangkat senjata maka Papua tidak akan pernah bisa merasakan kedamaian,” ungkap Yan Mandenas. (27/4)

Yan Mandenas menyebutkan bahwa kewajiban negara adalah melindungi segenap kedaulatan negara dari ancaman kelompok separatis. Ditambahkannya bahwa hal tersebut seakan menjamin kendali pengerahan pasukan dalam penugasan ke Papua.

“Pengerahan pasukan tidak akan pernah berhenti, karena sudah menjadi kewajiban untuk menjaga kedaulatan. Sehingga TNI/Polri yang berstatus BKO (Bawah Kendali Operasi) akan terus didatangkan jika kelompok separatis masih menebar teror,” ujarnya.

Yan Mandenas juga menjabarkan bahwa eksistensi kelompok separatis telah membawa dampak yang menyulitkan masyarakat dalam melakukan aktivitasnya, lantaran tidak jarang aksi kelompok separatis selalu menargetkan fasilitas kesehatan, sekolahan, bahkan kantor pemerintahan. Aksi separatisme juga dinilai Yan Mandenas mendesak sejumlah masyarakat untuk mencari perlindungan.

“Masyarakat di wilayah-wilayah terdampak separatis itu masih cukup bergantung dengan sektor-sektor pokok seperti puskesmas, sekolahan, dan kantor-kantor desa. Kalau bangunan saja sempat menjadi korban karena dibakar dan dirusak, lalu masyarakat kita mau hidup dengan cara bagaimana. Ini lah yang menyebabkan terjadi gelombang pengungsian,” tambahnya.

Meski demikian, Yan Mandenas mengatakan bahwa aparat keamanan telah mengedepankan Langkah persuasif untuk menghindari terjadinya kekerasan, hal tersebut yang dianggapnya sebagai upaya humanis oleh negara untuk menyelesaikan konflik di Papua.

"Aparat saat lebih soft dalam penanganan kelompok separatis, mereka lebih mementingkan bagaimana untuk memberikan kesejahteraan melalui berbagai program kemasyarakatan. Seharusnya ini bisa menjadi solusi yang lebih tepat dalam menangani konflik," kata Yan Mandenas.

0 komentar:

Posting Komentar