Senin, 11 April 2022

Tokoh Papua: Penolakan DOB Diupayakan Kelompok Pro-Separatisme, Jangan Tanggapi


Tokoh Pegunungan Tengah Papua sebut rencana pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) mampu membawa kesejahteraan bagi masyarakat Papua. Hal tersebut diungkapkannya menanggapi polemik soal rencana tersebut yang masih menjadi perdebatan. (11/4)

Yacob Yakobi dalam keterangannya menolak anggapan bahwa pemekaran dimaksudkan untuk membuat masyarakat Papua semakin termarjinalkan. Anggapan bahwa pembentukan DOB adalah ancaman disebutkannya sebagai upaya kerdil dari sejumlah kelompok yang terafiliasi dengan gerakan separatisme.

“Tidak ada ancaman, DOB adalah solusi bukan ancaman. Kebohongan yang dilakukan kelompok-kelompok tidak bertanggung jawab seperti itu yang akhirnya mengganggu rencana kemajuan Papua. Padahal kita semua sepakat kalau Papua butuh kesejahteraan, kemudahan,” ungkapnya.

Yacob menambahkan bahwa kelompok pro-separatis akan selalu menyebarkan pengaruh yang tidak baik, sehingga dirinya meminta kepada seluruh elemen di Papua untuk tidak terpengaruh hal tersebut. Yacob menegaskan bahwa setiap kebijakan yang direncanakan oleh pemerintah hampir pasti mendapat penolakan dari kelompok-kelompok pro-separatisme.

“Mau seperti apa kebijakan yang akan dilakukan sudah pasti mereka menolak. Karena hal semacam ini bukan sekali atau dua kali saja terjadi, sudah berulang kali. Lagi pula mereka adalah kelompok yang pro dengan gerakan separatis, untuk apa kita tanggapi, sudah benar negara memikirkan pemekaran di Papua,” tambahnya.

Yacob menegaskan bahwa pembentukan DOB secara signifikan akan mempermudah pelayanan yang dilakukan negara demi menunjang aspek-aspek dasar yang dibutuhkan masyarakat. Upaya tersebut dinilai penting sebab Papua yang merupakan provinsi dengan cakupan wilayah sangat luas secara tidak langsung sudah menghambat proses birokrasi dan pelayanan.

“Kita lihat Papua ini bukan hanya Jayapura, Wamena, Timika. Kita punya distrik yang letaknya jauh dibelakang gunung, di dasar lembah. Kalau tidak ada pemangkasan birokrasi maka masyarakat yang ada di wilayah-wilayah seperti itu akan kesulitan. Kita tahu mana yang terbaik demi kepentingan bersama, maka sudah sepantasnya kita mendukung pemekaran,” ungkap Yacob.

0 komentar:

Posting Komentar