Sabtu, 28 Mei 2022

Ketua KNPB Dogiyai Diduga Aktor Teror dan Pembakaran Rumah


Pasca peristiwa teror dan penyerangan di Kabupaten Dogiyai yang mengakibatkan puluhan rumah dan kios milik warga hangus terbakar (22/5), Tokoh Masyarakat setempat meminta kepada aparat penegak hukum untuk segera dapat menangkap pelaku untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. (28/5)

“Segera saja apara keamanan bisa menangkap siapa orang yang tidak punya hati telah membakar puluhan rumah dan kios di Distrik Kamu. Kejadian seperti ini sangat tidak bisa dibenarkan, kasian mereka yang tidak tahu masalah harus menjadi korban,” ujar Alex Pigai.

Pigai menambahkan bahwa Kabupaten Dogiyai merupakan daerah yang cukup aman, namun seiring meningkatnya eksistensi salah satu organisasi pro-separatisme (KNPB), disebutkan hal tersebut mulai membuat keresahan bagi warga setempat.

“Saya jamin kalau Dogiyai ini adalah daerah yang aman, puluhan tahun saya dibesarkan dan tahu betul bagaimana situasi disini. Seharusnya yang seperti itu bisa kita jaga sama-sama, jangan dikotori dengan aksi teror. Memang kekhawatiran mulai muncul ketika ada kelompok-kelompok yang sedang cari pengakuan,” ungkapnya.

Meski situasi mulai kondusif dan upaya aparat keamanan yang telah dikerahkan untuk memberi rasa aman, Alex Pigai mengaku sangat menyayangkan aksi yang terjadi pada malam hingga dini hari tersebut, sebab diketahui ratusan orang telah ketakutan sampai harus mengungsi ke Polsek dan Koramil.

“Memang sekarang situasinya sudah mulai tenang, tapi saya tidak bisa menerima Dogiyai dirusak orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Apalagi kemarin itu ada ratusan orang yang ketakutan, mereka lari ke Polsek/Koramil untuk cari aman,” tambahnya.

Terkait situasi terkini dan kabar yang berkembang di Kabupaten Dogiyai, disebutkan bahwa tuduhan terhadap Saugas Goo dan kelompok KNPB Dogiyai sebagai aktor dalam aksi teror dan pembakaran kian santer. Aksi yang diduga dilakukan KNPB tersebut diketahui berkaitan erat dengan dinamika politik serta kepentingan sejumlah kelompok di Dogiyai.

0 komentar:

Posting Komentar