Senin, 02 Mei 2022

KNPB dan AMP “Racuni” Generasi Penerus Papua


Peringatan tanggal 1 Mei sebagai peristiwa teritegritasnya wilayah Papua dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) masih menjadi topik yang hangat dibicarakan. Hal tersebut dianggap oleh salah seorang mahasiswa Papua karena keterlibatan dua organisasi separatis yang cukup eksis dalam kalangan generasi muda.

Yulius Kogoya sebagai orang Papua yang lama tinggal di Ibukota Jakarta mengungkapkan bahwa Komite Nasional Papua Barat (KNPB) dan Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) menjadi alasan mengapa topik separatisme masih terus menjangkit generasi penerus Papua.

“Ada dua organisasi yang yang paling berpengaruh terhadap kalangan muda Papua, termasuk para mahasiswa. 1 Mei dan banyak peristiwa sejarah lainnya dijadikan momentum untuk mendukung eksistensi dan gerakan separatis di Papua,” ujar Yulius.

Mahasiswa fakultas hukum tersebut menyebutkan bahwa tidak tepat 1 Mei diperingati sebagai hari aneksasi, dirinya menegaskan bahwa para orang tua terdahulu sudah tepat memilih masa depan Papua. Yulis mengatakan bahwa peran para orang tua sudah mampu memberi jalan terang dan segala bentuk kemudahan bagi Papua disaat ini.

“Kami sebagai generasi penerus Papua menegaskan kalau 1 Mei tidak tepat disebut sebagai hari aneksasi, kami menolak segala bentuk propaganda yang dilakukan kelompok yang tidak bertanggung jawab. Semua yang orang tua pilih, sudah bisa sama-sama kita rasakan manfaatnya sekarang ini. Kita sudah hidup dalam kemudahan,” ungkapnya.

Yulius dalam tanggapannya berharap untuk tidak ada lagi aksi-aksi yang terafiliasi dengan gerakan separatisme, dirinya beranggapan bahwa aksi tersebut hanya akan menghambat dan cenderung merugikan proses kemajuan bagi Papua.

“Bagaimana kita sekarang mengisi hari-hari dengan kegiatan yang memberi manfaat, kita harus bisa fokus untuk meraih cita-cita di masa depan. Tidak hanya berkutat pada kenangan masa lalau yang kelam, waktunya kita beranjak. Gerakan-gerakan separatis itu lebih baik tinggalkan, jang terpengaruh,” ujarnya.

0 komentar:

Posting Komentar