Sabtu, 14 Mei 2022

Mantan OPM Bantah Klaim Benny Wenda terkait Dukungan Parlemen Eropa


Mantan Menteri Luar Negeri OPM menduga pertemuan Benny Wenda sebagai seolah pemimpin ULMWP bersama sejumlah pihak di Parlemen Eropa du Brussel tidak akan membuahkan hasil karena hanya bersifat seremonial belaka.

"Saya menilai pertemuan semacam itu banyak terjadi dan sudah dilakukan berulang-ulang, namun sampai dengan saat ini tidak pernah ada hasilnya. Sepertinya apa yang dilakukan Benny Wenda hanya sebatas acara serrmonial," ungkap Nicholas Messet. (14/5)

Menurut Messet pembahasan dalam pertemuan Benny Wenda tersebut hanya bersifat diskusi pemaparan dan seluruh pernyataannya hanya sebatas self-claim, sehinga tidak akan pernah mengancam apalagi sampai merusak kedaulatan NKRI.

"Saya melihat semua yang disampaikan hanya berusaha mengklaim beberapa peristiwa terkait dukungan kemerdekaan Papua. Jadi wajar yang dibahas hanya isu-isu negatif yang menyudutkan Indonesia. Padahal fakta yang terjadi di Papua sekarang ini tidak sama persis seperti apa yang dikatakan Benny Wenda," sangkalnya. 

Nicholas Messet menjabarkan bahwa pernyataan terkait aneksasi, penindasan, ataupun kejahatan genosida tidak bisa dibenarnya. Namun dirinya memaklumi jika pernyataan tersebut disampaikan oleh Benny Wenda, sebab menurutnya hal tersebut adalah upaya untuk mendapatkan dukungan meski dengan cara-cara kebohongan.

"Pernyataan aneksasi, genosida, itu tidak benar. Tapi kalau memang semua itu muncul dari mulut Benny Wenda maka hal itu wajar. Dia memang sengaja mengumbar kebohongan untuk mendapatkan dukungan," ujarnya.

Perkembangan Papua, kata Messet, sudah jauh lebih maju dan kehidupan masyarakatnya beranjak pada taraf kesejahteraan. Dirinya menampik kabar terjadinya penindasan terhadap orang Papua, justru kekerasan terkait teror masih terus dilakukan oleh kelompok separatis terhadap sejumlah pihak.

"Lihat bagaimana perkembangan Papua, bahkan Papua sudah jauh lebih maju dan sejahtera. Penindasan kepada rakyat Papua sangat tidak benar terhadi, justru teror terus dilakukan kelompok separatis terhadap warga sipil," tambah Nicholas Messet.

Terkait pernyataan Nicholas Messet, sebelumnya diketahui telah terjadi aksi penculikan dan pembunuhan terhadap salah seorang warga sipil di Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak. Korban tewas merupakan supir truk yang ditemukan di bantaran sungai Ilaga setelah mencoba dihanyutkan kelompok separatis.

0 komentar:

Posting Komentar