Senin, 09 Mei 2022

Mantan OPM Minta Aparat Tangkap Provokator Demo Tolak DOB


Tokoh Papua Nicholas Messet menyebutkan bahwa kelompok penolak rencana pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) tidak menginginkan Papua menjadi daerah yang maju dan sejahtera. (9/5)

"Mereka yang mengatas namakan rakyat sungguh tidak sedang memperjuangkan orang Papua. Mereka punya kepentingan yang harus mengorbankan kemajuan dan kesejahteraan bagi orang Papua," ungkap Messet.

Sebagai mantan pejuang pembebasan Papua, Messet menilai upaya penolakan DOB sebagai aksi yang hanya akan menjerumuskan Papua. Rendahnya tingkat sumber daya manusia disebutkannya sengaja dimanfaatkan untuk mencari keuntungan. 

"Sudah pasti mereka yang menginginkan Papua semakin terpuruk dan semakin ketergantungan. Ketidak mampuan itulah yang mereka manfaatkan untuk mencari keuntungan," tambahnya.

Dalam keterangannya Nicholas Messet menegaskan bahwa pemerintah adalah wakil Tuhan di muka bumi, dengan rencana DOB artinya Nicholas menganggap semua sudah sesuai dengan apa yang selalu orang Papua minta dalam setiap doa.

"Kita selalu meminta kepada Tuhan untuk diberi segalanya, sesuai dengan yang kita percayai dalam ajaran injil bahwa pemerintah adalah wakil Tuhan di muka bumi ini. Sekarang seharusnya kita bisa bersyukur," kata Messet.

Nicholas Messet juga menegaskan bahwa upaya penolakan DOB dapat dipastikan memiliki keterikatan dengan gerakan separatis yang menentang pemerintahan, oleh sebab itu dirinya meminta agar aparat keamanan dapat menindak dengan tegas dan menangkap pelaku yang sudah memprovokasi rakyat Papua.

"Tangkap, tangkap mereka yang sudah membuat kekacauan di Papua. Sudah pasti mereka itu bagian dari kelompok separatis yang menentang negara," tegasnya.

0 komentar:

Posting Komentar