Minggu, 29 Mei 2022

Menyelinap Dalam Warga Saat Bakar Batu, Prajurit Terbaik TPNPB Tertembak


Aksi baku tembak antara Brimob Polri dan kelompok separatis kembali terjadi di Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua. Aksi tersebut terjadi ketika Lenus Murib yang merupakan prajurit terbaik TPNPB dan sejumlah anggota kelompok separatis menyelinap di tengah kegiatan masyarakat Ilaga yang tengah melakukan perayaan Bakar Batu.

“Terjadi ledakan kecil dibelakang tenda panitia, ternyata itu adalah bunyi senjata yang dibawa oleh Lenus Murib. Sepertinya dia merencanakan aksi untuk melakukan penyerangan ke pos aparat keamanan yang berada tidak jauh dari lokasi acara,” ungkap salah seorang warga Ilaga Michael Telenggen. (28/5)

Telenggen menambahkan setelah terjadi bunyi ledakan peluru tersebut beberapa anggota Brimob mulai mendatangi lokasi, dirinya menjelaskan bahwa tiba-tiba situasi menjadi tegang karena terjadi kontak senjata. Beberapa warga diketahui mulai berlarian untuk menyelamatkan diri.

“Memdengar adanya suara letusan kemudian Brimob datang, ternyata tidak lama terjadi baku tembak. Situasi sore itu sudah mulai kacau, masyarakat mulai kabur untuk cari tempat yang aman. Tidak lama kemudian dapat kabar kalau ada korban, yang bernama Lenus Murib sudah meninggal,” tambahnya.

Dikonfirmasi terkait peristiwa tersebut, juru bicara kelompok separatis Sebby Sambom membenarkan bahwa telah terjadi kontak senjata yang mengakibatkan Lenus Murib meninggal dunia. Sambom mengaku bahwa Lenus Murib merupakan salah satu prajurit terbaik yang dimiliki pasukannya.

“Memang benar terjadi kontak senjata di Ilaga Jumat sore kemarin, berdasarkan laporan dari TPNPB, saat itu pasukan kami mencoba melakukan penyerangan ke Pos Brimob. Kontak senjata terjadi, tapi ternyata satu anggota kami (Lenus Murib) tertembak, padahal dia adalah salah satu prajurit terbaik yang kami miliki,” ungkap Sambom.

Sebby Sambom menambahkan bahwa Lenus Murib telah aktif bergabung dengan kelompok separatis sejak berusia 15 tahun. Menurutnya Lenus Murib adalah salah satu anak bangsa west Papua yang memiliki keberanian, dan umurnya masih sangat muda.

“Beberapa kali dia ikut terlibat dalam operasi, bahkan sejak usianya baru 15 tahun. Kami kehilangan salah satu anggota terbaik yang tidak pernah punya rasa takut,” ujar Sebby Sambom.

Sebby Sambom dalam sambungan teleponnya menegaskan bahwa kepergian Lenus Murib yang tertembak pasukan Brimob sebelumnya tidak akan melemahkan semangat perjuangan. 

“Saya tegaskan kalau kematian Lenus Murib bukan akhir dari segalanya, walaupun pasukan yang kami miliki tinggal hitungan jari, tapi kami akan menjaga perjuangan ini,” tandasnya.

Sebby juga menampik dan mengingatkan pihak-pihak yang mencoba mencari keuntungan dari tewasnya prajurit TPNPB.

"Saya ingatkan kepada pihak yang hanya tau mencari keuntungan seperti pegiat HAM, Komnas HAM dan LBH jangan manfaatkan kematian prajurit kami, sekali lagi TPNPB tegaskan bahwa Lenus Murib adalah prajurit TPNPB bukan anak sekolah seperti yang diberitakan di media," tegas Sebby dengan memberikan ancaman.

0 komentar:

Posting Komentar