Jumat, 20 Mei 2022

Orang Papua Habis karena Pemekaran, “Tidak Masuk Logika”


Bupati Kabupaten Lanny Jaya, Befa Yigibalom diketahui mengkritik sejumlah pejabat di tingkat provinsi terkait tanggung jawabnya terhadap wilayah-wilayah di seluruh Papua. meski cukup bernada kontroversi, namun hal tersebut merupakan sebuah fakta yang benar-benar terjadi sebab perkembangan dan pembangunan di wilayah pegunungan Papua masih dikesampingkan. (20/5)

“Lanny Jaya seperti daerah yang tidak bertuan, termasuk dengan Jayawijaya dan Yalimo juga demikian. Seperti tidak pernah ada perhatian dari Gubernur dan pejabat-pejabat di Provinsi. Padahal seharusnya sudah jelas kalau daerah di pegunungan ini sangat membutuhkan perhatian lebih,” ungkap Befa dalam keterangannya.

Befa beranggapan jika kondisi sebelumnya masih terus terjadi, dirinya berpendapat bahwa lebih baik wilayah-wilayah di pegunungan dapat diangkat untuk dijadikan provinsi tersendiri. Befa mengaku optimis akan pemekaran karena hal tersebut dianggapnya mampu membawa masa depan yang lebih baik.

“Kondisi seperti ini tidak bisa terus dibiarkan, makanya lebih baik kami dimekarkan untuk jadi provinsi baru. Nanti masyarakat sendiri yang akan merasakan, kita akan menuju masa depan akan lebih baik karena adanya rasa perhatian, itu sangat penting,” ujarnya.

Befa Yigibalom menegaskan jika wilayah pegunungan tengah yang minim akan perhatian dapat diberi keleluasaan untuk mengatur otonominya, maka pendidikan dan kesehatan adalah dua sektor yang dikatakannya paling dapat dirasakan dampak perbedaannya secara siginifikan.

“Kita punya standar pendidikan dan kesehatan itu masih sangat rendah, padahal dua sektor ini yang benar-benar harus diperhatikan karena menjadi dasar untuk semuanya. Bagaimana kita mau memikirkan masa depan kalau pendidikan minim atau masyarakat sakit-sakitan karena yang kesehatan terabaikan,” kata Befa Yigibalom.

Befa Yigibalom diketahui sebagai salah satu dari sejumlah pemimpin daerah yang mendukung pemekaran, di tengah pro/kontra yang terjadi, Befa menegaskan bahwa pernyataannya dalam mendukung pemekaran adalah bagian dari demokrasi yang didasari pada fakta dan kebutuhan bagi masyarakat di Papua.

“Tentu pro dan kontra tidak bisa dihindari atas situasi yang terjadi, namun saya menyampaikan dukungan itu dasarnya untuk kepentingan rakyat. Sehingga bagi kelompok-kelompok yang menolak juga harus demikian, apa dasar dan alasannya? Namun yang terpenting jangan kita termakan provokasi. Tidak benar jika pemekaran terjadi maka orang Papua akan habis, itu bukan alasan yang masuk logika,” tutupnya.

0 komentar:

Posting Komentar