Senin, 23 Mei 2022

Pengamat: Potensi Pemekaran Ajak Orang Papua Pro-Aktif Majukan Wilayahnya


Pemekaran dianggap sebagai cara untuk mengakselerasi terjadinya pembangunan secara fisik dan memperluas jangkauan pelayanan birokrasi yang dijalankan oleh pemerintah, menurut pengamat politik Papua Frans Maniagasi hal tersebut harus dibarengi dengan pemenuhan nilai kebudayaan dan unsur rasionalitas orang Papua.

“Selain pemekaran itu bertujuan untuk memperluas pelayanan, menghadirkan pembangunan, unsur-unsur kebudayaan dan nilai akselerasi bagi orang Papua juga harus diberikan ruang. Dengan demikian pemekaran tidak mengesampingkan orang Papua sebagai objek utamanya,” ujar Frans. (22/5)

Frans yang juga mantan Anggota Tim Asistensi Undang-Undang Otonomi Khusus Papua tahun 2001 lalu menegaskan bahwa pemekaran terhadap Papua bukan lagi dikatakan sebagai rencana, namun sudah pasti akan diwujudkan. Menurutnya aspek yurudis terhadap pasal 76 ayat 1, 2, dan 3 UU No 2/2021 telah dipenuhi.

“Setelah mendapat persetujuan dari MRP dan DPRP dengan memperhatikan kesatuan sosial budaya, kesiapan sumber daya manusia, kemampuan ekonomi, dan perkembangan di masa yang akan datang, maka sudah bisa dipastikan kalau pemekaran dapat dilakukan. Seluruh unsur sudah memenuhi,” katanya.

Meski masih menjadi polemik terkait pro dan kontra, menurut Frans, dirinya meyakini jika pemekaran dapat mempercepat pemerataan pembangunan, peningkatan pelayanan publik, dan kesejahteraan masyarakat. Bahkan dapat mengangkat harkat/martabat Orang Asli Papua (OAP).

“Sudah ada yang kita cita-citakan tentang kemajuan Papua, maka sekarang kita harus berani mengambil keputusan. Itu semua penting karena harus ada yang berinisiatif untuk mengambil langkah awal,” ujarnya.

Frans menambahkan bahwa setelah otonomi baru disahkan hal tersebut akan menstimulan berbagai aspek yang dilakukan oleh orang Papua. hal tersebut dianggapnya sebagai upaya pro-aktif yang sangat baik untuk menunjang kesejahteraan di Papua.

“Seluruh orang Papua akhirnya akan mempersiapkan dirinya sendiri, mereka mulai memikirkan apa yang akan dilakukannya dalam prospek pengembangan diri. Orang Papua nanti pasti akan berlomba-lomba untuk memanfaatkan otonomi baru,” ujarnya.

0 komentar:

Posting Komentar