Selasa, 31 Mei 2022

Potensi Kerusuhan 2019 Terulang dalam Aksi Terselubung Petisi Rakyat Papua


Jajaran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jayapura menegaskan pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) di Papua akan mempercepat pembangunan dan pelayanan bagi orang Papua. Klemens Hamo dalam keterangannya siap mendukung setiap program pemerintah yang dapat meningkatkan kesejahteraan bagi orang Papua.

“DPRD Kabupaten Jayapura dengan tegas mendukung pemekaran, kami sepakat kalau pemekaran akan membawa Papua untuk jauh lebih sejahtera. Karena secara langsung taraf pembangunan dan pelayanan akan dimudahkan,” ungkap Klemens. (31/5)

Sebagai Ketua DPRD, Klemens Hamo mengatakan bahwa pemekaran sudah sangat dinantikan oleh orang Papua namun justru mendapat penolakan dari kelompok elit Papua. Menurutnya kepentingan yang dibawa dalam aksi penolakan DOB adalah upaya yang sangat egois.

“Kalau ada yang menolak apalagi dari kaum elit, itu karena mereka tidak merasakan susahnya menghidupkan kehidupan, artinya orang-orang ini sangat egois. Tujuan pemekaran ini memang bukan untuk mereka, pemerintah hanya sedang berupaya untuk mengangkat kehidupan orang Papua yang jauh tidak tersentuh selama ini,” tegasnya.

Klemens Hamo juga menilai bahwa aksi demo yang dilakukan oleh organisasi separatis Petisi Rakyat Papua (PRP) adalah aksi yang tidak jelas, dirinya bahkan mempertanyakan kalau aksi demo bisa digelar dua sampai tiga kali dalam setiap bulan.

“Tiap bulan mau demo, meski semua sudah dijamin undang-undang, tapi apakah seperti itu mekanisme sesungguhnya dalam berdemokrasi? Kalau tujuan demo hanya untuk mendukung kepentingan elit di Papua, maka PRP tidak pernah peduli dengan masa depan orang Papua,” ujar Klemens.

Dalam keterangannya Klemens Hamo menilai bahwa PRP tidak sekedar melakukan unjuk rasa, melainkan sedang mencari kelengahan aparat keamanan untuk bisa membuat kekacauan seperti yang pernah terjadi di Kota Jayapura dan Wamena pada tahun 2019 silam.

“Saya melihat kalau aksi demo bukan sekedar untuk beraspirasi, tetapi ada tujuan lain. Peserta demo seperti sedang mencari sensasi dan kelengahan aparat keamanan kita. Mereka mau membuat Kota Jayapura menjadi kacau seperti tahun 2019,” tambahnya.

Terkait hal tersebut, Klemens Hamo menegaskan bahwa aparat keamanan TNI/Polri harus melakukan tindakan yang tegas untuk mengantisipasi aksi yang tidak diinginkan. Dirinya menolak aksi yang mengundang konflik dan kerusuhan.

0 komentar:

Posting Komentar