Selasa, 10 Mei 2022

PRP Dianggap Memaksakan Kehendak, Orang Papua Sudah Menantikan Pemekaran


Tokoh Adat Papua mengapresiasi upaya aparat keamanan untuk meminimalisir aksi kelompok Petisi Rakyat Papua (PRP) dalam menolak rencana Daerah Otonomi Baru (DOB) yang berpotensi mengganggu situasi kamtibmas di wilayah Kabupaten dan Kota Jayapura. Dirinya menyebutkan bahwa aparat telah bertugas dengan tegas untuk mengambil tindakan yang terukur.

“Demo yang tidak jelas tujuannya apalagi sudah kita ketahui siapa yang berkepentingan, sudah sepantasnya aparat TNI Polri melakukan tindakan tegas demi tetap kondusifnya situasi keamanan,” ungkap Yanto Eluay. (10/5)

Yanto Eluay turut menegaskan tidak sepantasnya para pendemo menyalahkan tindakan yang dilakukan oleh aparat keamanan, terlebih mendorong argumen pembatasan ruang demokrasi dan menyinggu perihal hukum undang-undang. Dirinya menganggap jika pendemo hanya memanfaatkan celah demokrasi untuk tujuan yang bermuara pada aksi mementang kedaulatan negara.

“Jangan pernah mempermasalahkan bagaimana penerapan asas Pancasila kepada aparat penegak hukum, mereka sudah disumpah atas kesetiaannya. Seharusnya pendemo yang berkaca, apakah mereka memang bagian dari Pancasila, atau hanya memanfaatkan celah demokrasi untuk melancarkan aksi yang tujuannya mendukung separatisme?” singgung Yanto Eluay.

Yanto Eluay bahkan menyebutkan jika kelompok PRP melalui Jefry Wenda selaku tokohnya, sebelumnya telah sesumbar untuk berhadap-hadapan dengan aparat keamanan demi berlangsungnya aksi penolakan DOB di Papua. Selain dianggapnya sebagai upaya provokasi, hal tersebut juga dinilai sebagai simbol perlawanan terhadap negara terkait latar belakang seorang Jefry Wenda.

“Ingat pernyataan sebelum melakukan aksi, bagaimana dia menantang aparat. Tetapi setelah aksi itu berjalan, kelompok dari Jefry Wenda itu sendiri yang merasa diri sebagai korban. Padahal mereka adalah pelaku utama, mereka yang memprovokasi dengan nada-nada tidak baik,” tambahnya.

Menurut Yanto Eluay yang juga merupakan Ondofolo Besar Sentani turut menegaskan bahwa DOB adalah rencana yang telah dipikirkan oleh banyak pihak dan dimaksudkan untuk kepentingan bersama. Dirinya menyebut bahwa pelaksanaan DOB nantinya dapat memberi kesejahteraan bagi seluruh orang Papua.

“DOB itu bukan kemauan salah satu pihak, sudah banyak yang memikirkan tentang ini. Semua untuk kepentingan bersama, demi kesejahteraan orang Papua. Justru mereka yang menolak itu adalah kelompok yang terlalu memaksakan kehendak, sebab banyak orang di Papua ini sudah menantikan pemekaran itu terjadi,” ujarnya.

0 komentar:

Posting Komentar