Minggu, 15 Mei 2022

PRP Gerakan Pembaharu, ULMWP dan OPM “Penuh Sentimen & Ego”


Juru Bicara (Jubir) Petisi Rakyat Papua (PRP) Jefry Wenda menyebutkan bahwa perjuangan pembebasan Ppaua sudah tidak lagi berporos pada kelompok tua. ULMWP dan OPM dianggap Jefry Wenda sebagai kelompok tua yang sudah tidak cukup kuat memperjuangkan Papua untuk lepas dari kolonialsme. (15/5)

“Perjuangan pembebasan nasional bukan lagi milik generasi tua. Organisasi kelompok tua seperti ULMWP dan OPM sudah bergeser, sehingga saat ini perjuangan murni berada di Pundak generasi muda dan rakyat Papua yang tidak punya kepentingan lain selain mempertahankan tanah air Papua,” ungkap Jefry Wenda.

Kemunculan PRP sebagai organisasi gerakan rakyat dianggap Jefry Wenda agar menjadi perhatian khusus bagi kedua organisasi sebelumnya, dirinya menganggap bahwa ULMWP dan OPM pada beberapa waktu terakhir hanya digunakan sebagai kendaraan politik untuk mengangkat eksistensi diri.

“Kemunculan PRP sebagai organisasi gerakan yang murni muncul dari kemauan rakyat, ULMWP dan OPM harus memahami ini, sehingga secara tidak langsung dua organisasi itu juga harus tunduk dengan PRP. Kita tidak pernah diyakinkan dengan proses perjuangan yang dibawa ULMWP dan OPM, karena memang nama besar dua organisasi itu hanya digunakan sebagai kendaraan politik,” ujar Jefry Wenda.

Jefry Wenda menyebutkan bahwa ULMWP dan OPM cenderung memiliki kepentingan lain yang menyingkirkan tujuan perjuangan, oleh sebab itu dirinya mengaku tidak yakin dengan banyaknya penokohan dan sejumlah klaim keberhasilan. 

“Tujuan utama dibentuknya organisasi seperti ULMWP/OPM harusnya hanya untuk berjuang, tapi ternyata ada kepentingan lain yang ikut dimanfaatkan. PRP dengan latar belakang sebagai gerakan rakyat tidak bisa disetarakan dengan tokoh-tokoh yang hanya diciptakan, klaim-klaim yang dilakukan juga tidak pernah berdampak pada tujuan perjuangan,” tambah Jefry Wenda. 

Jefry Wenda dalam keterangannya menegaskan bahwa gerakan PRP adalah bentuk independensi kaum muda yang sudah geram menyikapi dinamika internal kelompok tua pada misi perjuangan pembebasan. Sebab menurutnya kelompok tua kerap dirasuki ambisi dan ego yang akhirnya membelokkan tujuan utama.

“Tidak jelasnya arah perjuangan yang dibawa kelompok tua akan turut mengubur satu generasi yang seharusnya mampu memikul semangat perjuangan, PRP organisasi independen yang tidak akan terpengaruh kelompok tua. Kami tidak punya sentiment dan ego pribadi, sehingga tujuan kami jelas. Tidak seperti kelompok tua yang punya banyak pertimbangan,” tegasnya.

0 komentar:

Posting Komentar